Langganan SP 2

Lima Dusun, Desa Pasir, Kabupaten Mempawah Dilanda Banjir

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 857

Lima Dusun, Desa Pasir, Kabupaten Mempawah Dilanda Banjir
Banjir di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. (Suara pemred/ruben permana)
MEMPAWAH, SP – Sebanyak lima dusun di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, terendam banjir sejak Sabtu (14/5). Banjir terjadi karena hujan deras disertai kiriman air pasang dari Kabupaten  Landak.
Kelima dusun itu meliputi Sebukit Rama, Suap, Parit Mangku, Parit Medan dan Sepok Merah. Kondisi terbanjir terparah di Dusun Sebukit Rama yang ketinggian airnya mencapai bahu orang dewasa. Sedang ketinggian air di empat dusun lainnya sebatas lutut orang dewasa.

Seorang warga Dusun Suap, RT 16, RW 06, Fitri (25) mengatakan bahwa setiap tahun dusunnya dilanda banjir. Namun, dia mengakui jika banjir kali ini terbilang parah dan biasanya datang empat tahun sekali. "Banjir kali ini termasuk parah. Ketinggian airnya sampai ke lutut. Kami khawatir banjir terus naik,” kata Fitri, Minggu (15/5).

Akibat banjir, banyak warga di dusun itu mengungsi ke kawasan perbukitan maupun di posko yang telah disiapkan pemerintah daerah. "Masyarakat tak ada pilihan selain mengungsi. Sebab, diperkirakan banjir akan berlanjut sampai sebulan seperti beberapa tahun silam," ungkap Fitri.

Dikatakan, banjir terparah yang pernah menerjang dusunnya yakni terjadi pada 2012. Pada tahun itu, ketinggian air hingga pinggang orang dewasa. "Kondisi banjir di dusun kami tak separah di Sebukit Rama. Di sana ketinggian airnya sedada orang dewasa karena berada di dataran rendah,” kata Fitri.

Ketua RT 16, RW 06 Dusun Suap, Sulaiman mengungkapkan bahwa sebanyak 63 KK (Kepala Keluarga) yang rumahnya terendam banjir. "Sudah banyak warga yang mengungsi, terlebih bagi warga yang anaknya akan mengikuti ujian sekolah SD besok (Senin)," kata Sulaiman. Sulaiman berharap pemerintah daerah mencarikan solusi terkait musibah banjir yang saban tahun menerjang kawasannya.

Anak Sungai

Sementara Kepala Dusun Suap, Riwan menyebut, empat RT yang ada di dusunnya terkena banjir. “Empat RT itu sebanyak 243 KK,” kata Riwan. Riwan berharap pemerintah daerah membuatkan anak sungai di kawasan Desa Pasir agar air yang datang dari Landak karena curah hujan bisa langsung mengalir ke laut.

"Permintaan semua warga Desa Pasir kepada pemerintah daerah untuk dibuatkan anak sungai untuk mengalihkan air yang datang dari Landak,” ungkap Riwan.

Pihaknya pun akan mengambil langkah menjemput anak-anak yang akan melaksanakan ujian sekolah pada Senin (16/5) mendatang. "Kita akan jemput menggunakan perahu karet dari BLHPBD Mempawah dengan Polres Mempawah. Kita sudah koordinasi," kata Riwan.

Sementara Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah, Firdaus mengatakan, pihaknya sudah mendata jumlah warga yang jadi korban banjir.

"Ada sekitar 1037 KK yang terkena bencana banjir dan yang akan disikapi dengan mengadakan pertemuan dengan Bupati Mempawah, Senin(16/5)," kata Firdaus.

Firdaus mengatakan bahwa posko banjir sudah didirikan dan ditempatkan di kantor desa agar mudah mendistribusikan logistik.

Menurut Firdaus, kondisi banjir di Desa Pasir tergantung rob air laut. Jika rob air laut cepat mengering, maka akan cepat surut pula. Namun, jika masih pasang, maka akan lama surut. "Jika air rob laut lama surut, bisa sekitar 10 hari banjir ini," kata Firdaus. (ben/bah/sut)