Langganan SP 2

Pegawai Kontrak Dinas Sosial Kabupaten Mempawah Tersetrum Listrik

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 573

Pegawai Kontrak Dinas Sosial Kabupaten Mempawah  Tersetrum Listrik
Desi Susanti, korban tersetrum kawat tali layangan yang menyangkut di kabel listrik, dirawat di RSUD dr Rubini Mempawah, Minggu (17/7). (Suarapemred/ruben permana)
MEMPAWAH, SP – Kawat tali layangan kembali memakan korban. Desi Susanti (33), pegawai kontrak di Kementrian Sosial RI Dinas Sosial Kabupaten Mempawah, tersetrum saat hendak mengambil layangan putus yang jatuh di di depan rumah orang tuanya di Jalan Jailani, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (16/7) sekitar pukul 16. 00 WIB.

Desi,  warga Jalan Kenanga, Kecamatan Mempawah Hilir menceritakan bahwa dirinya ke rumah orangtuanya hendak menjemput anaknya, Kiran (6),  yang sebelumnya dititipkan.

“Sesampainya di rumah orangtua saya, saya melihat layangan putus. Mau saya ambil dan saya tidak tahu bahwa layangan itu bertali kawat dan masih menyangkut pada kabel listrik. Begitu saya pegang tali layangan itu, badan saya langsung kejang-kejang dan tersungkur. Setelah itu saya sadarkan diri,” ungkap Desi.

Desi mengungkapkan bahwa tempo dirinya tak sadarkan diri berlangsung singkat. Sebab, dalam keadaan tersebut, dia mendengarkan suara anaknya yang berteriak yang hendak menghampirinya.

"Tak lama kemudian saya terbangun. Warga-warga yang mengetahui kejadian saya tersetrum sedang mendekat hendak menolong. Mereka semua terkejut melihat saya tiba-tiba terbangun,” kata Desi.

Sementara suami Desi, Andi mengatakan, Desi langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah setelah sadar. "Pelipis sebelah kiri Desi lebam karena terbentur, lengan sebelah kiriya lebam dan terdapat delapan lubang di telapak kakinya," jelas Andi.

Dikatakan, jika Desi tak menggunakan alas kaki, kemungkinan akibat kesetrum lebih fatal. "Dugaannya layang-layang yang menggunakan tali kawat tersebut dimainkan oleh anak-anak di kawasan Jalan Jailani tepat di belakang Surau Nurul Jannah dan di belakang SMP 4," jelas Andi.

Andi berharap pemain layangan ditertibkan karena sudah banyak insiden kesetrum tali kawat layangan, bahkan sudah ada korban jiwa.

"Setelah kejadian tersebut pihak Polres Mempawah langsung ke lokasi dan langsung menyisir kawasan," jelas Andi.

Sementara Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono berdalih sudah melakukan patroli. "Kami sudah sering melakukan patroli, bahkan sudah jauh-jauh hari sudah digalakan penertiban pemain layangan," jelas Dedi.

Dikatakan, penertiban pemain layangan butuh andil pemerintah daerah terutama Satpol PP. "Jika dilihat, Pol PP kurang perhatian mengenai permainan layangan ini. Kami sudah beri masukan ke Bupati Mempawah untuk bersama-sama menertibkan para pemain layangan," pungkas Dedi. (ben/bah/sut)