Langganan SP 2

Kejari Tetapkan 3 Tersangka Pengadaan Alkes di RSUD dr Rubini Mempawah

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 578

Kejari  Tetapkan 3 Tersangka Pengadaan  Alkes di RSUD dr Rubini Mempawah
Petugas Kejari Mempawah menggiring tiga tersangka mark up (penggelembungan) alat kesehatan RSUD dr Rubini Mempawah ke Pengadilan Tipikor Pontianak, Rabu (3/8). Suarapemred/rubenpermana
MEMPAWAH, SP – Kejaksaaan Negeri (Kejari)  Mempawah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan mark up (penggelembungan) pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD dr Rubini Mempawah tahun anggaran 2012, Rabu (3/8).

Penetapan tersangka itu dilakukan tak lama setelah menerima penyerahan tiga tersangka itu dari Polres Mempawah. Tiga tersangka tersebut terdiri atas WA selaku Direktur PT Omega Artha Abhari, DN selaku penyuplai barang, dan YP selaku suplayer barang. Pengadaan alkes tersebut merupakan tender dari tahun anggaran 2012.

Kepala Kejari Mempawah, Bambang Setyadi mengatakan bahwa pihak penyidik Polres Pempawah secara resmi menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti terkait mark up alkes tahun anggaran 2012 di rumah sakit daerah Mempawah itu.


 "Jadi, kita hanya meneliti berkas perkara hasil penyidikan pihak Polres Mempawah yang sudah lengkap (P21) yang merupakan pengadaan tahun 2012," jelasnya.

 Menurutnya, pengadaan alkes 2012 ini bertotal anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih. Diduga total kerugian negara sekitar Rp 3,4 miliar.

Pemenang tendernya yaitu PT Omega Artha Abhari. "Jadi, pihak ketiga tersebut melakukan mark up terhadap harga barang yang masuk seperti satu barang masuk, tapi tak ada biaya masuknnya. Namun barang tersebut yang diajukan dinaikannya. Sementara untuk speknya (spesifikasi) semuanya sesuai," jelasnya.

Kejari Mempawah langsung memeriksa ketiga tersangka itu selama dua Jam untuk melengkapkan berkas-berkas secara formil dari Polres Mempawah menyerahkannya.

"Pemeriksaan itu juga agar gak terjadi kesalahan terhadap tersangka karena sudah menjadi syarat pihaknya," katanya.

Tersangka langsung dilakukan penelitian dan dilakukan proses regestrasi, membuat surat perintah penahanan, surat perintah penunjukan jaksa penuntut umum yang menunjukan perkara itu, berita acara dan lainnya.

Usai dilakukan penelitian terhadap ketiga tersangka tersebut, Kejari Mempawah langsung menyerakannya ke Pengadilan Tipikor Pontianak. "Langsung kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Pontianak. Sementara untuk penahananya langsung diantar ke Rutan Pontianak karena sidangnya di Pengadilan Tipikor Pontianak," jelasnya.

Dikatakan, dengan adanya dugaan mark up alkes, tersangka terancam dikenai Pasal 2 dan Pasal 3 tentang UU Korupsi.
"Jadi pasal 2 minimal (hukumannya) tiga tahun dan untuk pasal 3 sekitar 15 tahun," pungkasnya.

 Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno mengungkapkan, kerugian negara akibat mark up alkes itu sebanyak Rp 3,4 miliar lebih. "Jadi, laporan ini sudah masuk sejak juni 2014 silam. Pembuktiannya sangat sulit, harus berdasarkan pembuktian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Provinsi Kalbar," pungkasnya. (ben/bah/sut)