Bantuan Dana Lansia di Desa Sengkubang, Mempawah Ditilep

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 995

Bantuan Dana Lansia di Desa Sengkubang, Mempawah  Ditilep
Plt Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Mempawah, Burhan ketika melakukan sidak ke sejumlah RT di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kamis (4/8). (Suarapemred/ruben permana)

MEMPAWAH,SP
- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, mendatangi Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Mempawah, Kamis (4/8).

Mereka mempertanyakan kejelasan bantuan dana untuk warga lanjut usia (lansia) di RT di Desa Semudun, Kecamatan Mempawah Hilir, yang diduga  ditilep oleh oknum-oknum tertentu.

Bagaimana tidak, menurut aturan, bantuan yang berasal dari pemerintah pusat berjumlah Rp 200 ribu per bulan. Jika setahun, maka total bantuan yang diterima Rp 2,4 juta.

“Fakta di lapangan, warga lansia hanya menerima Rp 400-800 ribu dalam setahun. Ini sudah pasti ada yang menilep. Maka kami datang ke Kantor Dinsosnakertrans untuk menanyakan kejelasan bantuan ini,” ungkap Anggota BPD Sengkubang, Muharuddin.

Disebutkan, ada 13 warga lansia yang mendapat bantuan lansia tersebut. Dia berharap ke depan pihak Dinsosnakertrans Kabupaten Mempawah melibatkan semua pihak, baik dari dusun maupun RT.

"Kami mengharapkan ke depan adanya keterbukaan agar bantuan tidak diselewengkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab,” katanya.

Dia mengatakan bahwa diduga oknum yang menyelewengkan bantuan dana untuk warga lansia adalah SY. SY diduga memotong bantuan dana itu. “Tega sekali orang yang memotong bantuan dana untuk mereka yang membutuhkan. Sungguh tega,” katanya.

Sementara Plt Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Mempawah, Burhan mengaku akan mempelajari dulu permasalahan di lapangan.

"Yang jelas kami akan memperbaiki administrasinya. Mungkin sebelumnnya tak ada tanda terima, maka akan kita buatkan siapa-siapa yang menerima lengkap dengan uangnya dan yang menerima harus didampingi ketua RT maupun anaknnya," jelasnya.

Dia menjelaskan, dana lansia per bulannya Rp 200 ribu. Total selama setahun Rp 2,4 juta. Pemberiannya empat bulan sekali sebesar Rp 800 ribu. Dalam setahun diberikan selama tiga kali. Kecuali untuk tahun 2010, bantuan dana hanya berkisar Rp 2 juta yang memang ada pengurangan.

"Jadi yang menyerahkan kepada penerima bantuan itu pendamping yang ditunjuk oleh Dinsosnakertrans," katanya.

Dikatakan, tak menutup kemungkinan ke depan pihaknya yang akan mengambil alih penyaluran dana lansia. Dikatakan, pihaknnya akan memanggil anggotanya untuk mempelajari proses penyerahan dana lansia itu.

"Ada beberapa keterangan, orang tua yang menyerahkan Rp 1,8 juta seharusnya Rp 2 juta, berarti ada seperti pemotongan," ungkapnya.

Jika memang pendamping terbukti melakukan pemotongan, maka (uangnya) akan diganti. Namun jika anggotanya yang melakukan pemotongan, maka akan mendapatkan teguran. "Di Kabupaten Mempawah, total penerima dana lansia sekitar 90 orang," katanya.

Terima Rp 400 Ribu


Siskawati, anak penerima dana lansia, Tayib (83) mengatakan bahwa ayahnya sudah dua kali menerima dana lansia yakni 2015 dan 2016. "Pada 2015 bapak saya mendapatkan Rp 1,2 juta, sementara 2016 sebesar Rp 800 ribu,” kata warga RT 10 RW 05 Desa Sengkubang itu.

Dia mengaku tak mengetahui jumlah pasti bantuan untuk lansia itu. "Karena biasanya dana tersebut diambil ke Pak SY," katanya. Penerima dana lansia lain, Salbiah (53) mengaku sudah empat kali menerima dana lansia dari 2013 sampai 2016.

"Untuk 2013 saya menerima Rp 600 ribu, 2014 Rp 800 ribu, 2015 Rp 400 ribu sedangkan untuk 2016 sebesar Rp 800 ribu. Karena diberikan uang, ya saya terima saja untuk belikan susu anak. Saya tidak dikasih penjelasan soal itu dana apa,” ungkapnya. (ben/bah/sut)