Kapolsek Siantan: Pelaku Ngaku Cabuli Anak Tirinya Tiga Kali

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 938

Kapolsek Siantan: Pelaku Ngaku Cabuli Anak Tirinya Tiga Kali
ILUSTRASI Hukuman Kebiri (klikdokter.com)
MEMPAWAH, SP – Kepolisian Sektor Siantan, mengamankan DN (39), seorang pria yang beralamat di Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, lantaran diduga mencabuli anak tirinya yang masih berusia 14 tahun.

Diketahui, prilaku keji itu telah dilakukan DN sebanyak tiga kali di dalam kamarnya saat rumah sedang kosong.

  
Iptu Galih Wicaksono, Kapolsek Siantan mengatakan, terungkapnya perbuatan bejat DN itu pertamakali diketahui oleh ST (25), ibu korban yang juga merupakan istri pelaku.

Setelah mengetahui perbuatan tercela suaminya, ST mendatangi kantor kepolisian untuk membuat laporan. 
"Saat istrinya mengetahui perbuatan suaminnya, dia langsung melaporkan ke kita. Sehingga kita dapat langsung mengambil tindakan hukum,” kata Galih, Kamis (13/10).

Setelah menerima laporan itu, aparat kepolisian segera mendatangi DN yang ketika, kebetulan tengah berada di rumahnya, di Jalan Raya Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Mempawah. 

"Kita langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Tanpa melakukan perlawanan, pelaku kita bawa ke Mapolsek siantan," ucapnya.

Tanpa menjelaskan kronologis kejadian seutuhnya, Kapolsek hanya menerangkan, berdasarkan hasil periksa, DN mengakui perbuatannya tersebut, dengan mengatakan telah menggauli anak tirinya sebanyak tiga kali.

   “Pelaku mengaku sudah tiga kali berhubungan badan selayaknya suami istri terhadap korban. Jadi, untuk saat ini pelaku sudah diamankan, di Polsek Siantan," katanya.

  
Ketua KPAID Mempawah, Kusmayadi mengaku sudah mendapat informasi itu dari pihak kepolisian. Dan dia memastikan untuk segera mengambil tindakan penanganan.   

  
"Adanya kasus pencabulan terhadap anak tiri, tentunnya akan kita tindak lanjuti," kata Kusmayadi.

Tindak lanjutnya, kata dia, dengan melakukan pendampingan terhadap korban untuk dibawa ke Polres Mempawah dan dilakukan Visum di rumah sakit.

Selain itu, korban juga mendapat pendampingan dari psikiater untuk menghilangkan trauma.  
“Anak yang mengalami pencabulan pasti mengalami trauma, untuk itu tentunnya akan diberikan pendampingan dari psikolog guna mengurangi beban yang korban hadapi,” ucapnya.

Dia menyebutkan, perkara pencabulan terhadap orang tua terhadap anaknya sendiri di tahun 2016 ini sudah sebanyak dua kali. “Sementara kasus terhadap anak tiri. Ini yang pertama,” ucapnya. (ben/ang/sut)