Dinkes Mempawah: Kecamatan Anjongan Dominasi Jumlah Penderita DBD

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 551

Dinkes Mempawah: Kecamatan Anjongan Dominasi Jumlah Penderita DBD
DIRAWAT- Musbar bersama anaknya bernama Muazizah, penderita DBD ketika berada di RSUD Mempawah. (SP/ Ruben)
MEMPAWAH, SP -  Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah mencatat dalam dalam beberapa hari terakhir jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat. Yang terparah di Kecamatan Anjongan, terdapat  lebih dari 50 penderita. 

"Dari sembilan kecamatan, Kecamatan Anjongan mendominasi penderita DBD. Berdasarkan data yang dihimpun sudah sekitar 50 orang lebih, diperkirakan akan semakin meningkat," kata Ngatmo, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Mempawah. 

Menurutnya, meningkatnya jumlah penderita DBD tersebut, disinyalir lebih disebabkan karena tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, banyak tempat penampungan air menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak. 

“Secara otomatis populasi nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus (penyebab demam berdarah) pun akan meningkat,” ucapnya.  

Ngatmo menilai tidak wajar jika penderita DBD di Kecamatan Anjongan tinggi. Pasalnya,  secara umum yang rentan terserang DBD adalah wilayah yang dekat garis pantai. Sebagaimana diketahui Kecamatan Anjongan berada di bagian Timur Kabupaten Mempawah.  

"Tapi mungkin karena beberapa pekan silam terjadi banjir, jadi nyamuk tidak berkembang biak di sana. Tapi di sini air mengisi tempat yang kemudian jadi sarang nyamuk," terangnya. 

Upaya penanggulangan yang akan dilakukan adalah mengumpulkan seluruh kepala desa di Anjongan untuk diberikan arahan dan diajak bepartisipasi dalam mengatasi maraknya penyebaran DBD. 

Musbar (39), satu di antara orangtua yang anaknya menderita DBD mengatakan, suatu hari anaknya Muazizah (6) mengalami panas tinggi. Merasa khawatir, dia kemudian membawanya ke Puskesmas Anjongan.  "Saat diperiksa, ternyata anak saya positif terkena DBD, dan disuruh rujuk ke RSUD Rubini Mempawah,” kata Musbar. 

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rubini Mempawah, Syaherul mengatakan kuncinya adalah masyarakat harus mengetahui gejala DBD, sehingga mereka cepat untuk mengambil keputusan dalam membawa ke rumah sakit.  "Karena jika terlambat atau terlalu lama dibawa ke rumah sakit, maka dapat berdampak kematian," ujarnya. (ben/ang)