Penjual Sayur Temukan Pria Paruh Baya Tergeletak

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 733

Penjual Sayur Temukan Pria Paruh Baya Tergeletak
JENAZAH- Pria paruh baya tanpa identitas yang ditemukan di jalan raya Desa Peniraman berada di RSUD Rubini Mempawah (SP/ Ruben)
MEMPAWAH, SP – Warga Desa Peniraman, Rabu (4/1) dini hari, mendadak heboh,  setelah ditemukan sosok pria paruh baya tergeletak di pinggir jalan raya dalam kondisi nyaris sekarat.  

Adalah Mashudi (38), warga setempat, orang pertama melihat korban yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut. Saat itu dia baru keluar rumah menjalani rutinitas sehari-hari, menjual sayur di Pasar Sungai Pinyuh.  

“Saya keluar rumah untuk ke pasar. Dari jauh melihat kayak ada orang terbaring di pinggir jalan, lalu saya hampiri,” kata Mashudi kepada Suara Pemred
 

Mashudi pun segera mengambil inisiatif untuk melaporkan kepada petugas jaga di Pos Polisi Sungai Pinyuh. “Korban sepertinya sudah tidak sadarkan diri saat ditemukan di pinggir jalan,” ucapnya.  

Kepala Pos Polisi Sungai Pinyuh, Ipda Rain menerangkan, korban saat ditemukan sudah dalam kondisi sekarat dengan banyak luka di tubuh terutama bagian kepala dan langsung dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh. Dugaan sementara, pria tersebut korban tabrak lari.    

“Sempat dirawat sebentar di sana (puskesmas). Di perjalanan saat dirujuk ke RSUD Rubini, korban meninggal dunia. Namun korban tetap dibawa ke sana (rumah sakit),” terang Rain.  

Menurut Rain, korban awalnya berjalan kaki dari Pontianak menuju Sungai Pinyuh. Dan ketika di lokasi kejadian tertabrak sepeda motor atau mobil.   
“Dugaan awal korban tabrak lari, karena di sekitar lokasi kejadian tidak ada ditemukan siapapun. Terkait siapa yang menabrak masih dalam penyelidikan,” ujarnya.  

Kemungkinan tersebut dikuatkan pula dengan kondisi luka korban yakni pada bagian kepala dan tubuh. “Identitasnya juga sedang dalam penelusuran,” ujarnya.  

Karena korban tidak memiliki identitas lengkap, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Mempawah untuk penanganan lebih lanjut.   Disebut Rain, korban memiliki ciri-ciri berbaju warna ungu bertuliskan Gereja Kalimantan Evangelis, celana jin biru dan mengenakan cincin bermata hitam di jari manis. (ben/ang) 

Baca Juga:
UMKM di Sanggau Terbentur Masalah Akses Permodalan
Dadung: Tidak Ada Unsur Sabotase, Murni Kesalahan Teknis
Panwaslu Kota Singkawang Terima Laporan Dugaan Pelanggaran