Langganan SP 2

Sidang Perdana, Presiden SOT Mempawah Dikenakan TPPU

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 889

Sidang Perdana, Presiden SOT Mempawah Dikenakan TPPU
KOORDINASI- Terdakwa Mahud Sidin saat berkoordinasi dengan kuasa hukumnya pada sidang perdananya di PN Mempawah, Senin (20/2). (SP/ Ruben)
MEMPAWAH,SP – Pengadilan Negeri Mempawah menggelar sidang pembacaan dakwaan terhadap Presiden Save our Trade (SOT), Mahud Sidin yang diduga melakukan tindak penipuan senilai puluhan miliar, Senin (20/2).  

Sidang dipimpin Hakim Ketua, Syofia Marijanti Tambunan, Hakim Anggota, Rini Masyitah, Hakim Anggota Anwar W.M Sagala, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Sinaga. 


Pihak JPU membacakan 16 lembar Surat Dakwaan Nomor Perkara 63 /PLd.B/ 2017/PN MPW.
  Hakim meminta kepada JPU menghadirkan saksi pada Rabu 22 Febuari 2017 dalam agenda persidangan mendengarkan keterangan saksi.  

"Kami tidak akan mempersulit persidangan, untuk fakta berikutnya akan dilihat nanti," ungkap Supriadi, salah satu kuasa hukum terdakwa.
 

BERITA TERKAIT:
Penipuan Berkedok Investasi, Presiden SOT Mahud Sidin 'Hilang' Bawa Uang Nasabah Kabupaten Mempawah
Presiden SOT Mahud 'Investasi Bodong' Sidin Janji Kembalikan Uang Nasabah 
Presiden SOT 'Investasi Bodong' Mahud Sidin Digelandang Warga Ke Mapolres Mempawah 
Presiden SOT 'Investasi Bodong' Mempawah Ditangkap di Bali 

Menurut dia, pihaknya juga tidak melakukan eksepsi dan memilih untuk melakukan pembelaan diakhir persidangan. "Untuk persiapan menunggu fakta-fakta persidangan belum dilihat, karena baru membaca dakwaan," ungkapnya.
 

Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, Dwi Agus mengatakan bahwa agenda persidangan adalah pembacaan surat dakwaan terhadap terdakwa Mahud.
 

"Pasal dakwaan yang kita kenakan tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 
Dua leader yang masih pemberkasan. Sudah SPDP. Dua leader yakni  SB dan EK merupakan PNS Mempawah,  dikenakan pasal TPPU," jelasnya.  

Untuk tersangka lain yang terkait dengan kasus ini dilanjutkan Dwi masih menunggu pelimpahan dari pihak Polda Kalbar.   "Ancamannya minimal empat tahun maksimal 20 tahun," pungkasnya.

Kepala Satuan Shabara Polres Mempawah, AKP Arifin Harahap mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 60 personil untuk mengamankan sidang perdana Mahud yang digelar di PN Mempawah.  

“Kita antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan agar sidang berjalan lancar. Alhamdulillah sampai  berakhir tidak ada masalah yang terjadi," ujarnya.
(ben/jee)

Baca Juga: