Jokowi Bakal Resmikan Pembangunan Pelabuhan Kijing

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 391

Jokowi Bakal Resmikan Pembangunan Pelabuhan Kijing
Ilustrasi
MEMPAWAH, SP – Dalam rangka kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan melakukan penancapan tiang pertama (groundbreaking) pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, Sungai Kunyit, pemerintah daerah terus melakukan persiapan. 

Sempat meleset dari jadwal semula yakni medio Juli-Agustus 2017, Presiden akhirnya direncanakan berkunjung ke Bumi Galaherang pada September tahun ini. 

Baru-baru ini tim pendahulu dari Sekretariat Kabinet datang ke Mempawah. Selain bertemu dengan pimpinan daerah, Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) dan tokoh masyarakat, tim juga meninjau langsung lokasi di Pantai Kijing.

Di sela pertemuan di Aula Kantor Bupati Mempawah, tim yang dipimpin Asisten Deputi Perhubungan Sekretariat Kabinet, Syafaruddin, menyebut pihaknya belum bisa memastikan tanggal persis kedatangan Presiden ke Mempawah. Menurut dia, semua perencanaan harus sesuai dengan aturan dan prosedur tetap (Protap) yang ada. 

“Sebab kami menghindari terjadinya permasalahan di lapangan. Karena itu kami turun dulu untuk melakukan monitoring. Kita ingin lihat perkembangan di lapangan seperti apa. Nanti hasil monitoring ini akan kami sampaikan kepada pimpinan di Jakarta,” ujar Syafaruddin menjelaskan.

Menurut Syafaruddin, dari hasil presentasi yang dilakukan Wakil Bupati Gusti Ramlana hingga tokoh masyarakat, tidak terdapat permasalahan yang berkenaan dengan pembangunan Terminal Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah. Dia memberikan penilaian positif. 

“Kita semua sangat berharap pembangunan ini berjalan lancar. Karena keberadaan pelabuhan ini tidak hanya untuk kepentingan pemerintah melainkan juga kesejahteraan masyarakat. Terutama kemajuan sektor ekonomi dan kesejahteraan hidup rakyat,” ucapnya.

Syafaruddin mengaku terkesan dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan Kijing. Ia menilai pemerintah daerah mampu merangkul semua elemen masyarakat sehingga tidak ada persoalan yang mencuat di lapangan. 

“Alhamdulillah saya senang sekali ketika monitoring ternyata tidak ada permasalahan di lapangan. Ini sukses sekali Pak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah. Semua hasil monitoring ini akan saya sampaikan kepada pimpinan,” tuturnya.

Wakil Bupati Gusti Ramlana mengungkapkan Presiden Joko Widodo direncanakan akan datang ke Mempawah pada 23 September mendatang. Karena itu, Tim Sekretariat Kabinet hadir ke Mempawah guna memastikan kesiapan daerah menyambut kedatangan Presiden dan rombongan. 

“Diagendakan pada tanggal 23 September nanti,” ujar Ramlana usai pertemuan dengan Tim Setkab. 

Namun, Ramlana melanjutkan, kehadiran Presiden belum dapat dipastikan persis pada tanggal tersebut. Sebab keputusan akhir berkaitan dengan jadwal akan diputuskan Sekretaris Kabinet bersama tim kepresidenan sesuai hasil laporan dari tim di lapangan. 

“Agenda kedatangan staf kepresidenan ini untuk melakukan koordinasi dan penjajakan terhadap lokasi yang nantinya akan dilaksanakan groundbreaking. Kita tunggu saja nanti hasil keputusan dari pusat. Apakah Bapak Presiden akan datang sesuai jadwal atau ada penundaan dan sebagainya,” kata dia menjelaskan.

Terkait persiapan Pemerintah Kabupaten Mempawah, pihaknya telah melakukan persiapan dengan maksimal sesuai rencana awal. Sebab pemerintah dan seluruh masyarakat daerah Kabupaten Mempawah sangat berharap groundbreaking dapat segera dilaksanakan. Sehingga pembangunan pun bisa dimulai. 

“Semakin cepat groundbreaking semakin baik pula untuk kelancaran pembangunan pelabuhan Kijing,” ucapnya. 

Saat ini tim Badan Pertanahan Nasional sedang melakukan proses inventarisasi, identifikasi, dan pengukuran lahan. Setelah semua tahapan selesai, maka tim appraisal atau lembaga penilai tanah akan turun ke lapangan untuk menilai harga jual tanah dan objek bangunan yang ada di atas maupun di bawah lahan pembangunan tersebut. 

“Alhamdulillah masyarakat di lokasi pembangunan pelabuhan sangat antusias. Bahkan mereka telah menyerahkan lahannya untuk dibangun pelabuhan. Untuk lahan awal ini yang dibutuhkan sekitar 7,5 hektare. Selebihnya akan menyusul hingga memenuhi pembebasan tahap awal sebanyak 200 hektare,” sebutnya. (ben/ang/hum)

Komentar