Bukit Peniram Rawan Longsor

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 307

Bukit Peniram Rawan Longsor
TINJAU – Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana memantau Bukit Peniram yang disebut berpotensi longsor setelah adanya aktivitas Galian C dan curah hujan tinggi sepekan terakhir, Selasa (12/9). SP/Ruben

15 Kepala Keluarga Telah Mengungsi


Gusti Ramlana, Wakil Bupati Mempawah
Saya sudah perintahkan kepada institusi itu untuk melakukan intruksi kepada pihak-pihak yang melakukan aktivitas Galian C di Desa Peniraman.

MEMPAWAH, SP – Puluhan warga yang tinggal di lereng Bukit Peniram, Desa Peniraman, Sungai Pinyuh, Mempawah, terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat, Selasa (12/9). Pasalnya bukit yang menjadi lokasi Galian C tersebut dinyatakan berpotensi longsor akibat hujan deras yang terjadi sepekan terakhir.  

Kepala Bidang (kabid) Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, Didik Kristanti mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga setempat, bahwa bukit tersebut terindikasi akan terjadi longsong. Dan sejumlah kepala keluarga telah mengungsi.

“Ada sekitar 15 kepala keluarga yang telah mengungsi, kemarin malam. Mereka takut tiba-tiba longsong dan menimpa rumah mereka saat tertidur,” kata Didik.

Dari informasi tersebut, kemudian dia melaporkan kepada pemerintah daerah agar segera ditindak lanjuti. 

“Hari ini (Selasa) Wakil Bupati bersama sejumlah pejabat terkait seperti Camat Sungai Pinyuh mengecek situasi di Bukit Peniram,” tuturnya.

Setelah pengecekan, disimpulkan ada tiga titik di bukit yang rawan terjadi longsor. Ketiga titik tersebut berada di RT 01 dan RT 05. “Di RT 05 ada dua titik yang berpotensi longsor,” ucapnya. 

Dia menduga potensi longsor itu disebabkan adanya aktivitas Galian C di Bukit Peniram. Selain itu ditambah tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Kita mengimbau agar aktivitas Galian C tersebut untuk saat ini bisa dihentikan. Dan kita harap curah hujan di Mempawah tak semakin tinggi," ungkapnnya

Saat mengunjungi Desa Peniraman, Wakil Bupati Gusti Ramlana menekankan adanya tindak lanjut dari instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak kecamatan setempat.

“Saya sudah perintahkan kepada institusi itu untuk melakukan intruksi kepada pihak-pihak yang melakukan aktivitas Galian C di Desa Peniraman,” kata Ramlana.    

Selain itu, Ramlana juga meminta warga Desa Peniraman tetap waspada akan musibah longsor yang bisa saja terjadi kapan pun. “Semoga selalu waspada. Apalagi sekarang musim hujan,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Sungai Pinyuh Rochmad Effendy mengatakan, terkait dengan itu, pihaknya bersama unsur Muspika telah melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi potensi longsor. Peninjaun dilakukan dengan melakukan komunikasi langsung kepada warga pengungsi. 

“Mereka hanya malam hari atau ketika tidur di rumah kerabat. Tapi siang harinya tetap pulang ke rumah,” ucapnya.

Warga khawatir jika saat tidur musibah longsor terjadi dan akibatnya tidak bisa menyelamatkan diri. “Ya betul. Longsor bisa terjadi tiba-tiba, jadi ketika tidur mereka ke rumah kerabat,” jelasnya.

Terkait itu, Rokhmad menegaskan kepada pihak Galian C untuk menghentikan sementara aktivitas apapun yang dapat berakibat longsor. (ben/ang)