26 Kasus Narkoba Terungkap di Mempawah

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 431

26 Kasus Narkoba Terungkap di Mempawah
BARANG BUKTI – Polda kalbar menunjukan barang bukti berupa pil Happy Five dan sabu-sabu yang disita dari dua tersangka berkewarganegaraan Malaysia, belum lama ini. Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Polresta Pontianak. Dok SP

Didominasi Kecamatan Sungai Pinyuh dan Anjongan


Paur Humas Polres Mempawah, Ipda Imam Widhiyatmoko
Berdasarkan data kita, sepanjang tahun ini sebanyak 26 kasus narkoba telah ditangani Satnarkoba Polres Mempawah. Dan paling dominan berada di Sungai Pinyuh serta Anjongan

MEMPAWAH, SP – Pengungkapan perkara oleh kepolisian terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkoba di Mempawah sepanjang tahun 2017 ini tercatat sebanyak 26 kasus. Menurut data tersebut, dua kecataman yang paling rawan berada di Sungai Pinyuh dan Anjongan.  

“Berdasarkan data kita, sepanjang tahun ini sebanyak 26 kasus narkoba telah ditangani Satnarkoba Polres Mempawah. Dan paling dominan berada di Sungai Pinyuh serta Anjongan,” kata Paur Humas Polres Mempawah, Ipda Imam Widhiyatmoko, kemarin.  

Kendati didominasi dua wilayah tersebut, namun bukan bukan berarti kasus narkoba serta penggunaannya tidak terjadi di daerah-daerah lain di Mempawah. “Kecamatan lain juga ada, tapi jumlahnya tidak besar. Dan akan kita ungkap semua,” tegasnya. 

Maka dari itu Imam mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila menemukan aktifitas penggunaan narkoba di lingkungan masing-masing, agar segera dapat ditindak lanjuti.

“Kepada semua pihak yang mengetahui di kawasannya ada peredaran narkoba bisa segera memberikan informasi kepada pihak Polres Mempawah,” ujarnya.

Bupati Mempawah Ria Norsan mengatakan, menyerukan hidup sehat bagi warganya. Salah satu agar hidup sehat adalah dengan tidak mengkonsumsi narkoba.

“Sehingga kebugaran tubuh dapat terus terjaga dengan baik. Jika tubuh kita sehat, maka aktivitas sehari-hari pun bisa dikerjakan dengan lancar,” kata Norsan.

Norsan berujar saat ini sedang perang dengan peredaran gelap narkoba. Salah satu sasarannya, para generasi muda. Maka dari itu, diingatkan para generasi muda di Kabupaten Mempawah agar jangan pernah mencoba-coba narkoba. 

“Karena narkoba hanya akan merusak badan, fikiran dan masa depan. Bahkan, narkoba bisa membuat manusia menjadi belahau,” tegasnya.

Norsan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program pembangunan yang sedang direalisasikan pemerintah daerah setempat. Yakni dengan mengaplikasikan slogan Kabupaten Mempawah.

“Mari kita teriakan bersama-sama semangat membangun daerah. Mempawah, Ku Bangun, Ku Jaga dan Ku Pelihara,” ucapnya.

Sebelumnya, tujuh orang pecandu narkotika di Kabupaten Mempawah menjalani program rehabilitasi. Selama rentang Januari-September 2017, BNN Kabupaten Mempawah direhabilitasi di pusat rehabilitasi narkoba di Lido, Bogor, Jawa Barat dan di IPWL Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

“Mereka kita kirim karena ingin bebas dari ketergantungan barang terlarang tersebut,” kata Kepala BNN Kabupaten Mempawah Abdul Haris Daulay di Mempawah, kemarin.

Daulay menerangkan, untuk biaya keberangkatan pecandu ke pusat rehabilitasi khususnya di Lido ditanggung oleh pecandu atau keluarganya. 

Menurut Daulay, dahulu biaya keberangkatan ditanggung BNN. Tapi sekarang tidak lagi. “Tetapi biaya di sana semuanya gratis karena ditanggung negara. Kita hanya memfasilitasi dengan memberikan surat pengantar untuk dibawa ke pusat rehabilitasi,” ucapnya menerangkan.

Daulay menyatakan pecandu yang dengan kesadaran sendiri melapor untuk direhabilitasi akan bebas dari tuntutan hukum. “Tapi mereka yang ditangkap tetap harus menjalani proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ia meneruskan. (ben/ang)

Komentar