Komitmen Berantas Narkoba di Mempawah

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 398

Komitmen Berantas Narkoba di Mempawah
RAKER – BNNK Mempawah menggelar rapat kerja bersama pemerintah kecamatan dan kepala desa se Kabupaten Mempawah, Kamis (28/9). SP/Ruben

BNNK Gelar Raker dengan Camat dan Kades


Guna menekan maraknnya pengguna narkoba di Kabupaten Mempawah, Badan Narkotikan Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah menggelar rapat kerja (Raker) Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba  bersama instansi pemerintah, Kamis (28/9) di Hotel Wisata Nusantara Penibung. Agenda itu dikuti para lurah, kepala desa dan camat seluruh Mempawah.

SP - Kepala BNNK Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay mengatakan, rapat kerja ini sebagai bentuk pencegahan terhadap maraknya penyalahgunaan narkotika yang berada di Mempawah. Selain itu diharap dengan Raker tersebut pemerintah daerah beserta jajarannya sampai tingkat desa dapat memberikan pemahaman bahaya narkoba kepada warga.

“Karena memang, mengatasi narkoba harus melibatkan semua pihak. Baik itu kepolisian, instansi pemerintah dan masyarakat umum,” kata Daulay.

Daulay juga berkeinginan, ke depan perlu adanya suatu program khusus pencegahan narkoba yang melibatkan instansi kecamatan hingga desa maupun kelurahan. Setelah adanya kerja sama seperti ini, diharap di waktu yang akan datang Mempawah terbebas dari pengaruh narkoba.

“Dengan demikian akan adanya kesamaan visi dan masyarakat mendapat pengetahuan terkait bahaya penggunaan narkoba,” tuturnya.

Kasat Narkoba Polres Mempawah, Iptu Rizal menilai, upaya pemberantasan narkoba dengan melibatkan pemerintah kecamatan sampai tingkat desa sangat penting. Pasalnya memberantas peredaran narkoba tidak terlepas dari peran semua pihak.

Sebagaimana diketahui, pengungkapan perkara oleh kepolisian terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkoba di Mempawah sepanjang tahun 2017 ini tercatat sebanyak 26 kasus. Menurut data tersebut, dua kecataman yang paling rawan berada di Sungai Pinyuh dan Anjongan.  

“Berdasarkan data kita, sepanjang tahun ini sebanyak 26 kasus narkoba telah ditangani Satnarkoba Polres Mempawah. Dan paling dominan berada di Sungai Pinyuh serta Anjongan,” kata Paur Humas Polres Mempawah, Ipda Imam Widhiyatmoko, kemarin.  

Kendati didominasi dua wilayah tersebut, namun bukan bukan berarti kasus narkoba serta penggunaannya tidak terjadi di daerah-daerah lain di Mempawah. “Kecamatan lain juga ada, tapi jumlahnya tidak besar. Dan akan kita ungkap semua,” tegasnya. 

Maka dari itu Imam mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian bila menemukan aktifitas penggunaan narkoba di lingkungan masing-masing, agar segera dapat ditindak lanjuti.

“Kepada semua pihak yang mengetahui di kawasannya ada peredaran narkoba bisa segera memberikan informasi kepada pihak Polres Mempawah,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Burhan mewacanakan pembentukan relawan anti narkoba di setiap kecamatan.

"Pembentukan relawan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, di mana ujung tombaknya dari pemerintah yang berada di desa maupun kecamatan,” ucapnya.

Nantinya para relawan akan diberikan pelatihan mengenai bahaya menggunakan narkoba dan mensosialisasikan narkoba di daerah mereka masing masing masing. (ruben permana/ang)

Komentar