Kisah Sukses Kafilah Sungai Pinyuh di MTQ XXX

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 621

Kisah Sukses Kafilah Sungai Pinyuh di MTQ XXX
SEAHKAN PIALA – Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana menyerahkan piala bergilir juara umum MTQ XXX kepada Camat Sungai Pinyuh Rochmat Effendy di Pondok Pesantren Darussalam, Mempawah Hilir, kemarin. (Ist)

Persiapan Latihan Selama Dua Tahun


Keberhasilan kafilah MTQ Kecamatan Sungai Pinyuh menjadi juara umum MTQ XXX tingkat Kabupaten Mempawah ternyata sesuai target. Persiapan-persiapan matang ternyata telah dipersiapkan sebelumnya untuk meraih kesuksesan maksimal.

SP - Camat Sungai Pinyuh Rochmat Effendy mengungkapkan, pihaknya sejak awal memang telah mematok juara umum sebagai target yang harus dicapai. Persiapan, bahkan telah dilakukan sejak dua tahun silam. 

“Alhamdulillah target juara umum dapat kami capai,” ujarnya di Sungai Pinyuh, kemarin. 

Meski sesuai harapan, Rochmat mengaku pihaknya tak lantas berpuas diri. Perbaikan dan evaluasi tetap dilakukan untuk mempertahankan prestasi tersebut. Salah satunya dengan membenahi organisasi dan pemetaan kekuatan.

Rochmat menyebut keberhasilan kafilah MTQ Kecamatan Sungai Pinyuh sebagai hasil dari kerja keras semua pihak. Mulai dari kontingen, tim pelatih, ofisial, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran kecamatan, hingga seluruh elemen masyarakat Sungai Pinyuh. 

“Semua ini berkat kerja sama dan kerja keras semua pihak.karena itu, gelar juara umum ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kecamatan Sungai Pinyuh. Ini keberhasilan kita bersama,” ucapnya menegaskan.

Rochmat mengaku pihaknya melakukan sejumlah langkah taktis dan strategis untuk mencapai keberhasilan tersebut. Satu di antaranya dengan pemetaan kekuatan. Baik kekuatan kafilah MTQ Kecamatan Sungai Pinyuh maupun kafilah kecamatan lainnya. 

“Kita petakan cabang-cabang kekuatan kontingen sendiri dan kekuatan lawan. Cabang-cabang unggulan kita perkuat agar meraih hasil optimal. Begitu pun dengan cabang yang menjadi kekuatan lawan, kita maksimalkan pula agar dapat mengimbangi hasil akhir penilaian,” tuturnya, membagi resep sukses.

Ia melanjutkan, masalah pengorganisasi juga dinilai penting. Karena itu, LPTQ Kecamatan Sungai Pinyuh berupaya maksimal menyediakan prasarana dan sarana yang diperlukan kontingen. 

Termasuk seleksi dan pembinaan yang dilakukan dengan selektif dan efektif. Rochmat menuturkan, pemusatan pelatihan bahkan dilakukan dua kali. Yakni yang difasilitasi kecamatan dan pemusatan oleh masing-masing pelatih. 

“Termasuk pula mempersiapkan ofisial yang bisa memperhatikan kondisi kafilah dan memberikan masukan untuk mengevaluasi hasil latihan serta menganalisa kemampuan lawan,” ucapnya menambahkan.

Ke depan, akan dilakukan pembenahan organisasi LPTQ yang memang akan berakhir periode kerjanya. Pihaknya akan membentuk kepengurusan baru yang mampu melanjutkan kinerja pengurus sebelumnya. 

“Kami tetap akan melakukan pemetaan kekuatan kafilah dan potensi kafilah itu ada di mana. Karena saya akui belum maksimal dalam menggali potensi di Kecamatan Sungai Pinyuh ini. Padahal kita punya banyak podok pesantren di Sungai Pinyuh,” paparnya menerangkan.

Kontingen Kecamatan Sungai Pinyuh meraih juara umum dengan raihan total nilai 83, atau terpaut 2 poin dari tuan rumah Kecamatan Mempawah Hilir yang meraih nilai 81. (ruben permana/hum/ang)

Komentar