Tradisi Robo-robo, Sebuah Budaya Perekat Elemen Masyarakat

Mempawah

Editor Andrie P Putra Dibaca : 383

Tradisi Robo-robo, Sebuah Budaya Perekat Elemen Masyarakat
TARI – Penampilan tari daerah menjadi hiburan saat perayaan agenda budaya Robo-robo di Kecamatan Kakap, Kubu Raya, Rabu (15/11). (SP/Jaka)
MEMPAWAH, SP - Agenda budaya Robo-robo pada hari Rabu terakhir di Bulan Safar, atau kali ini bertepatan dengan tanggal 15 November kembali digelar. Tanpa adanya perubahan berarti, Robo-robo kali ini tetap diselenggarakan serentak di dua kabupaten, Mempawah dan Kubu Raya.

Di Mempawah, agenda acara dipusatkan di kawasan Pelabuhan Kuala Secapah, Mempawah Timur dan Desa Peniti, Kecamatan Siantan. Sementara di Kubu Raya digelar di Kecamatan Kakap, Kubu, Teluk Pakedai, Batu Ampar dan Sungai Raya.

Raja Mempawah, Pangeran Ratu Mulawangsa, Mardan Adijaya yang didampingi Permaisuri Ratu Kencanawangsa, Arini Mariam beserta seluruh kerabat Keraton Amantubillah dengan menggunakan pakaian kebesarannya langsung menuju lokasi acara yang telah dipersiapkan oleh para panitia.

"Kegiatan budaya Robo-robo ini mengingat akan sejarah kedatangan rombongan Opu Daeng Manambon di kawasan Pelabuhan Kuala mempawah," kata Mardan.

Namun di tahun 2017 ini, agenda Robo-robo lebih pada pesona wisata. Makanya dia mengingatkan agar nilai-nilai tradisi jangan sampai dilupakan. Dan ke depan bisa lebih ditampilkan.

Bupati Ria Norsan menambahkan, tradisi budaya Robo-robo pantas untuk terus dilestarikan. Bahkan kini telah ditetapkan pemerintah pusat menjadi wisata tak benda.

Sementara itu, Raja Kubu, Zufli Bin Ismail Alaydrus mengutarakan, pelaksanaan festival Robo-robo merupakan kekayaan suatu daerah. Yang menjadikan karakteristik dari daerah tersebut. Serta menjadi pemersatu seluruh masyarakat tanpa memandang agama, etnis dan suku.

"Budaya juga untuk mengeratkan satu sama lainnya. Kita jadikan agenda tahunan ini momentum masyarakat dalam melestarikan budaya," ujarnya.

Robo-robo di Kubu tahun 2017 ini memiliki keunikan tersendiri. Lantaran digelar lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya.

Agendanya, dilaksanakan selama sebulan penuh dari tanggal 15 November sampai 15 Desember 2017. Dengan sejumlah rangkaian mengangkat seni dan budaya masyarakat, melalui lomba dan festival serta perlombaan sampan di areal sungai depan Keraton Kubu.

Pangeran Mangku Negara, Syarif Ibrahim Alaydrus mengatakan, untuk ke depan, Robo-robo harus semakin dikenal. (jek/ben/ang)