Mempawah Masih Rawan Bencana

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 275

Mempawah Masih Rawan Bencana
PENANGANAN BENCANA – Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana meberikan kata sambutan dalam acara penyusunan rencana kontijensi bencana alam di Wisma Chandramidi Mempawah, Selasa (21/11). (Ist)

Pemda Segera Susun Rencana Kontijensi 


MEMPAWAH, SP
– Guna mendukung penanganan bencana daerah, Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar kegiatan penyusunan rencana kontijensi bencana alam di Wisma Chandramidi Mempawah, Selasa (21/11). 

Kegiatan itu dibuka Wakil Bupati Gusti Ramlana dan digelar selama empat hari dengan diikuti 30 peserta dari unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), TNI, dan Polri. Turut hadir pula para camat dari sejumlah kecamatan rawan bencana di Kabupaten Mempawah. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mempawah, Asfahani Arsyad mengatakan, pihaknya bermaksud menghitung tingkat persiapan dan kesiapan baik personel, logistik, peralatan, dan estimasi biaya yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam yang terjadi. 

“Adapun tujuan dari kegiatan ini kita ingin mengetahui data dan potensi sumber daya di Kabupaten Mempawah dalam menghadapi bencana alam, baik yang sekarang maupun yang akan datang,” katanya menjelaskan.

Asfahani mengungkapkan, keterlibatan unsur TNI dan Polri dikarenakan sudah adanya kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan kedua unsur tersebut. Kerja sama ditandai dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman di tingkat pemerintah pusat. 

“TNI dan Polri sudah ada kerja sama dengan BNPB untuk kegiatan penanganan bencana alam karena sudah ada MoU tingkat pusat antara BNPB dengan kedua institusi tersebut,” ujarnya.

Wakil Bupati Gusti Ramlana mengatakan, penanggulangan bencana merupakan perwujudan pertanggungjawaban pemerintah dalam penanganan bencana yang mencakup kemampuan kesiapsiagaan, penyelamatan, rehabilitasi, rekonstruksi, petugas akan pentingnya perencanaan pemantapan kelembagaan. Hal itu secara nyata dilakukan melalui penyusunan rencana kontijensi bencana kebakaran hutan dan lahan. 

“Penyusunan rencana kontijensi kebakaran hutan dan lahan ini merupakan upaya strategis yang diharapkan dapat membuka wawasan pengetahuan peserta agar dapat melaksanakan penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan bencana,” ucap dia.

Ramlana mengatakan, Kabupaten Mempawah adalah wilayah dengan iklim tropis. Di mana banjir serta kebakaran hutan dan lahan menjadi isu lingkungan setiap tahunnya. Mempawah, ia menyebut, berpotensi rawan akan bencana. 

Saat hujan berpotensi banjir, dan saat kemarau berpotensi kekeringan yang berujung kabut asap sebagai akibat dari kebakaran hutan dan lahan. Bencana kebakaran hutan dan lahan, menurut dia, akan sangat menguras tenaga dan pikiran serta dampak kerugian yang luas. 

“Di sisi lain kurangnya pemahaman petugas akan pentingnya perencanaan yang komprehensif mengakibatkan penanganan bencana yang kurang maksimal,” ucapnya.

Ramlana menuturkan, penanggulangan bencana adalah upaya kemanusiaan untuk melindungi manusia sebagai sumber daya pembangunan dari ancaman bencana. Penanggulangan bencana juga menjadi kegiatan ekonomi yang bertujuan memulihkan dan mengembalikan kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, serta kehidupan masyarakat. 

“Mengingat besarnya korban dan kerugian harta benda akibat terjadinya bencana apabila tidak dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana secara cepat, tepat terarah, dan efektif, maka pelaksanaan pembangunan akan terganggu,” tutupnya.

Siaga Batingsor


Kabid Penanggulangan Bencana di BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto mengungkapkan, memasuki musim penghujan, sebagai antisipasi dini pihaknnya telah menetapkan status siaga tanggap darurat banjir, puting beliung dan tanah longsor (Batingsor), hingga Desember 2017.

"Penetapan status Siaga Batingsor ini sebagai bentuk antisipasi dini kita akan terjadinya bencana alam, karena melihat saat ini sudah masuk musim penghujan di mana curah hujannya sangat tinggi," kata Didik.

Menurutnya, kawasan rawan akan banjir itu terdapat di delapan kecamatan kecuali kecamatan anjongan. sementara untuk puting beliung itu tak bisa diprediksi karena selalu berubah-ubah lokasinya. sedangkan untuk kawasan rawan tanah longsor itu di tiga Kecamtan.

"Makanya dengan mulai nya masuk musim penghujan saat ini kami melakukan antisipasi dini dengan cara menetapkan status siaga tanggap bencana di Kabupaten Mempawah," tegasnya.

Dalam waktu dekat nanti pihaknya akan membentuk Satuan Komando Siaga Darurat Batingsor, apakah itu dari Kodim Mempawah atauitu dari Pemda mempawah ataupun lainnya.

"Setelah komando tersebut terbentuk maka nantinya setiap pos harus melaporkan keadaan di wilayah mereka baik pagi maupun sore hari," ungkapnya.

Didik mengharapkan, dengan sudah ditetapkan siaga Batingsor ini semoga tak adannya bencana di Kabupaten Mempawah. (ben/ang)