BNNK Mempawah Antisipasi Pelajar Gunakan Narkoba

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 341

BNNK Mempawah Antisipasi Pelajar Gunakan Narkoba
Ilustrasi. Net
MEMPAWAH, SP - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah terus berupaya melakukan antisipasi dini menekan peredaran narkoba yang bisa terkena pada para pelajar sekolah di Mempawah.

Kepala BNNK Kabupaten Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay mengungkapkan, untuk itu pihaknya akan lebih gencar menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah.

"Kita terus berupaya lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai bentuk antisipasi dini kita agar para generasi muda tak terjerat narkoba," kata Haris, di Kantor BNNK Mempawah, Rabu (22/11).

Menurutnya, sosialisasi yang diberikan terhadap para pelajar tersebut  berupa dampak penyalahgunaan narkoba yang sangat merusak generasi bangsa .

"Makanya kita selalu lakukan sosialisi baik terhadap para pelajar, guru-guru BK, desa dan lainnya,” tegas dia.

Ia mengatakan, tak hanya para pelajar namun guru juga akan mendapat pengetahuan bagaimana cirri-ciri anak yang menggunakan narkoba. BNNK harap, guru dapat menjadi kepanjangan tangan mereka.

“Kami harap, para guru ini, khusus guru BK selalu memberi pemahaman kepada anak didik terkait bahaya narkoba,” ucapnya.  

Dia mengaku, sampai saat ini masih belum ada pelajar di Mempawah yang mesti direhabilitasi karena ketergantungan narkoba. Dan hingga saat ini BNNK tetap membuka diri bila ada warga yang ingin ikut program rehab.

“Program rehab atas kemauan sendiri. Tentunya kami siap fasilitasi,” ucapnya.

Sebelumnya, sebanyak tujuh orang pecandu narkotika di Kabupaten Mempawah menjalani program rehabilitasi. Selama rentang Januari-September 2017, BNN Kabupaten Mempawah direhabilitasi di pusat rehabilitasi narkoba di Lido, Bogor, Jawa Barat dan di IPWL Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

“Mereka kita kirim karena ingin bebas dari ketergantungan barang terlarang tersebut,” kata Haris Daulay.

Daulay menerangkan, untuk biaya keberangkatan pecandu ke pusat rehabilitasi khususnya di Lido ditanggung oleh pecandu atau keluarganya. 

Menurut Daulay, dahulu biaya keberangkatan ditanggung BNN. Tapi sekarang tidak lagi. “Tetapi biaya di sana semuanya gratis karena ditanggung negara. Kita hanya memfasilitasi dengan memberikan surat pengantar untuk dibawa ke pusat rehabilitasi,” ucapnya menerangkan.

Daulay menyatakan pecandu yang dengan kesadaran sendiri melapor untuk direhabilitasi akan bebas dari tuntutan hukum. “Tapi mereka yang ditangkap tetap harus menjalani proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ia meneruskan. (Abd/Ang)