Diduga Depresi Mengidap Penyakit, Pria di Mempawah Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Mempawah

Editor Andrie P Putra Dibaca : 286

Diduga Depresi Mengidap Penyakit, Pria di Mempawah Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
LOKASI - Lokasi tempat Martinus Mandau gantung diri, Kamis (14/12). (SP/Ruben)
MEMPAWAH, SP - Diduga karena depresi atau putus ada karena mengidap penyakit penyempitan lambung selama dua tahun, Martinus Mandau (43) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di belakang rumahnya, di Dusun Bilado, Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kamis (14/12).

Kapolres Mempawah,  AKBP Didi Dwi Santoso melalui Kapolsek Anjungan, IPDA Heriani mengungkapkan, kejadian itu diketahui istri korban, Maria Dianes (46) ketika bangun tidur sekitar pukul 05.00 WIB.

Ketika itu dia melihat suaminya sudah tidak ada di kamar.

"Melihat tak ada di kamar,  istri korban beserta kedua anaknya berusaha untuk mencari bapaknnya namun tak menemukan," jelasnya.

Saat anak korban, Heronimus (22) anak korban mencari keluar rumah dan melihat korban tergantung dengan menggunakan sehelai kain, di pohon nangka yang berjarak sekitar 10 meter di belakang rumah.

"Saat melihat orangtuanya dalam keadaan tergantung dengan sehelai kain, anak dan istri korban berteriak minta tolong, sedangkan Heronimus langsung menurunkan korban dan langsung membawa korban masuk ke dalam rumah," jelasnya.

Keluarga korban langsung menghubungi dokter di Puskesmas Anjongan, Bahtiar Rosyada untuk mengetahui penyebab kematian.

"Hasil dari pemeriksaan dokter adalah korban meninggal akibat jeratan kain di leher korban," katanya.

Korban sebelumnya juga pernah melakukan percobaan bunuh diri, dengan cara menabrakan diri ke sebuah truk di jalan raya depan rumah korban sekitar sepekan yang lalu.

Keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini, dan menganggap merupakan sebuah takdir.

"Berdasarkan keterangan pihak keluarga, rencananya korban akan dimakamkan besok,” jelasnya. (ben)