Modus Penyelundupan BBM Ilegal, Petugas SPBU Terlibat

Mempawah

Editor Andrie P Putra Dibaca : 285

Modus Penyelundupan BBM Ilegal, Petugas SPBU Terlibat
TERSANGKA - Tersangka penyelundupan BBM ilegal. (SP/Ruben)
MEMPAWAH, SP – Kapolsek Siantan, Iptu Galih Wicaksono mengatakan, modus penyelundupan BBM jenis premium oleh FLO dalam jumlah besar, dengan cara mobil yang di dalamnya terdapat puluhan jeriken tersebut, diisikan langsung oleh operator SPBU. Operator mendapat fee sebesar Rp200 per liter.

"Jadi,setiap liter bensin yang diisikan di jeriken, maka operator mendapatkan Rp200. Seperti bensin normal di SPBU per liternya Rp6.450, maka pihak pembeli harus membayar Rp6.650 untuk setiap liternya," tegasnya.

Pelaku membeli bensin dengan jumlah yang besar tersebut, untuk diperjual belikan di kawasan Jalan Raya Senakin, Dusun Sigadik, Desa Tonang, Kecamatan Sengah temila, Kabupaten Landak.

"Bensin yang diperolehnya tersebut dijual kembali seharga per liternya Rp7.000 - Rp8.000," tegasnya.

Kapolsek mengatakan, barang bukti sebanyak 36 jeriken dengan total 1,2 ton bensin, beserta mobil sudah diamankan di Polsek Siantan. Pelaku dijerat Pasal 53 huruf (b) UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi. (ben)