BPBD Imbau Nelayan Mempawah Waspada

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 71

BPBD Imbau Nelayan Mempawah Waspada
Ilustrasi. Net
MEMPAWAH, SP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah mengimbau para nelayan agar waspada saat melaut. Ketinggian gelombang saat ini mencapai 1,5 meter yang merupakan akibat cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini. 

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat nelayan untuk berhati-hati menghadapi situasi cuaca terkini. 

“Imbauan kita sampaikan melalui camat yang ada di wilayah pesisir Kabupaten Mempawah,” ujarnya di Mempawah, kemarin.

Didik menuturkan, situasi buruk gelombang laut disebabkan sejumlah faktor. Salah satunya fenomena supermoon yang terjadi beberapa waktu lalu yang diduga memicu gelombang tinggi wilayah perairan Laut Natuna dan Laut Cina Selatan. 

Dampaknya, menurut dia, akan terjadi gelombang tinggi di wilayah perairan sekitar Kalimantan Barat. “Karena itu, sejak awal sudah kami sampaikan peringatan agar nelayan lebih waspada saat mencari ikan di laut,” sebutnya. 

Terkait situasi alam tersebut, Didik mengaku belum menerima laporan adanya kasus nelayan di Kabupaten Mempawah yang mengalami kecelakaan laut. Meski demikian, pihaknya selalu meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan para nelayan dan pihak terkait lainnya. Hal itu demi mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. 

“Kemarin ada laporan nelayan Kuala Secapah hilang di laut. Ternyata nelayan bersangkutan sudah kembali pada pagi harinya.” 

Untuk itu, Didik mengimbau masyarakat agar kooperatif memberikan informasi kepada BPBD jika menemukan kasus insiden laut maupun bencana alam yang terjadi di lingkungannya. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh BPBD Kabupaten Mempawah. 

Ia menegaskan, petugasnya selalu siap membantu warga yang mengalami bencana. “Pasti akan kami tindak lanjuti setiap laporan yang masuk. Tak hanya melakukan evakuasi, kami juga akan menyalurkan bantuan untuk korban bencana.” 

Salah seorang nelayan Kuala Secapah, Juliansyah, membenarkan belakangan ini cuaca ekstrem memicu terjadinya gelombang tinggi di laut. Dia pun menyebut jika ketinggian gelombang mencapai lebih dari 1 meter. 

Gelombang tinggi, menurut dia, sudah terjadi sekitar sepekan. Kondisi itu diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari mendatang. “Banyak nelayan yang tidak berani pergi melaut, namun ada pula yang tetap berangkat melaut,” katanya mengungkapkan. 

Juliansyah mengaku sangat khawatir dengan kondisi alam gelombang tinggi. Namun, ia menyebut tak punya pilihan lain untuk mendapatkan rupiah guna memenuhi kebutuhan keluarga. 

“Jika tidak pergi melaut maka tak punya penghasilan. Walau gelombang tinggi kami tetap pergi melaut. Tentunya, kami juga waspada melihat situasi cuaca. Jika membahayakan, segera mencari pulau terdekat untuk berlindung,” tutupnya. (ben/ang)