Mempawah, Pilkada Wilayah Pinggiran

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 244

Mempawah, Pilkada Wilayah Pinggiran
Grafis (Suara Pemred / Koko)
Erlina Ria Norsan 
"Kita akan melanjutkan pembangunan, seperti masdjid Alfalah, pembangunan Rumah Sakit 4 lantai, pelabuhan Internasional, dan pembangunan SPDN," 

Syech Bandar, Bakal Calon Bupati Mempawah
"Kita akan membangun kerakyatan, dimana rakyat harus sejahtera," 

Rahmat Satria, Bakal Calon Bupati Mempawah
"Kita akan mengutarakan visi dan misi serta program program kita, dalam debat kandidat dengan para kandidat lainnya,"

Mochrizal, Bakal Wakil Bupati Mempawah
"Karena program kita di semua sektor banyak berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Dimana kita melajukan pendekatan hingga ke desa desa pinggiran,"

MEMPAWAH, SP
- Sebanyak empat bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Mempawah, periode 2018-2023, dipastikan bertarung dalam pesta demokrasi 2018 di Kabupten Mempawah. Mereka sudah mulai gerilya dan menyosialisasikan visi dan misi untuk membangun Kabupaten Mempawah kedepannya.

Empat pasangan itu, dua diusung dan menggunakan partai politik. Dua pasangan lagi, menggunakan model calon perseorangan.  

Pertama, bakal pasangan calon Erlina Ria Norsan berpasangan dengan Muhammad Pagi. Pasangan ini diusung oleh tujuh partai. Yaitu, Partai Golkar, Gerindra, PKS, Hanura, PBB, Nasdem, dan Demokrat. 

Kedua, Syech Bandar berpasangan dengan Hermanto Liem. Mereka diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). 

Ketiga, bakal pasangan calon perseorangan Rahmad Satria berpasangan dengan Ridwan Rusli. Keempat, Rudy Bakhtiar dan Mochrizal maju melalui pasangan perseorangan juga. 

Bakal calon wakil bupati Mempawah, Mochrizal mengatakan bahwa visi dan misinya, yaitu terwujudnya masyarakat yang memanfaatkan kemandirian dan  potensi daerah, baik dari sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat. Sedangkan misinya, pembangunan bidang perekononian, peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan infratruktur, serta peningkatan pelayanan publik terhadap masyarakat di Mempawah, serta lainnya.

"Karena program kita di semua sektor banyak berdasarkan aspirasi dari masyarakat. Dimana kita melajukan pendekatan hingga ke desa desa pinggiran," jelasnya. 

Menurutnya, berdasarkan hasil akuntabilitas saat ini, nilai Mempawah masih CC (sedang), dimana pelayanan publik di Mempawah peringkat ke enam di Kalimantan Barat. "Makanya, akan kita kemas dalam pelayanan publik ini kedepannya, bisa semakin cepat dalam melayani masyarakat," tegasnya.

Perlu upaya untuk menangani ketertinggalan dari kabupaten lain. caranya, meningkatkan IPM, akuntabilitas dan kinerja. "Itu juga akan kita tingkatkan kedepannya," paparnya. 

Mochrizal mengatakan, mengenai penanganan infrastruktur di Mempawah, pihaknya tinggal melakukan peningkatan kualitasnya saja. “Jadi, baik jalan, atau kantor sudah banyak hampir selesai," tegasnya. 

Lalu, bagaimana dengan aset para anggota Gafatar? Dikatakannya, Pemda Mempawah sudah bekerja sama dengan Komnasham, dimana pihak Komnasham akan menyampaikan kepada pihak Gafatar yang dulu pernah ada di Kabupaten Mempawah.

"Jadi, asal kepemilikan barang eks Gafatar itu jelas. Tak usah khawatir karena barang tersebut akan dikembalikan," tegasnnya. 

Mengenai program di bidang perikanan, Mempawah sebagai wilayah pesisir pihaknnya akan berupa memaksimalkan kelompok nelayan, dan memberikan asuransi bagi mereka, agar memberikan keamanan mereka ketika mencari ikan di laut.

"Insyaallah kita akan usahakan terus, untuk meningkatkan nelayan," jelasnnya. 

Dalam bidang pariwisata, karena wisata alam masih kurang, pihaknya akan meningkatkan lahan wisata mangrove, wisata religi, dan wisata kuliner.

"Jadi, kita akan buat lembaga yang konsen pariwisata di Kabupaten Mempawah," tegasnnya.

Ia menegaskan, pihaknnya tak memiliki janji-janji politik. "Mereka hanya ingin memberikan dukungan karena kita independen," jelasnnya. 

Menurutnya, dalam mengikuti pesta demokrasi 2018, dirinya yakin menang karena di dorong masyarakat dan didukung beberapa Parpol.


Masih Tertutup 


Sementara itu, Rahmad Satria calon perseorangan yang berpasangan dengan Ridwan Rusli mengatakan, untuk program-program pembangunan di Kabupaten Mempawah, saat ini belum bisa diutarakannya. 

"Kita akan mengutarakan visi dan misi serta program program kita, dalam debat kandidat dengan para kandidat lainnya," jelasnya. 

Dia hanya menyampaikan bahwa, jika dirinnya terpilih nanti, bakal berkomitmen terhadap pelabuhan internasional di Pantai Kijing, akan diupayakan, difungsikan dan  dioperasikan.

"Kita akan berkomitmen mengenai itu," jelasnya. 

Rahmad mengakui, bahwa kabupaten Mempawah termasuk kabupaten tertinggal dengan kabupaten lainnya. "Jadi, dengan ketertinggalan Mempawah, kita akan berupaya meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM). IPM kita masuk di peringkat ke sebelas," jelasnya. 

Terkait mengenai eks aset Gafatar di Mempawah, dikatakannya harus mengambil ilmu  mengenai pengelolaan air bersihnya. "Jadi, mengenai yang lainnya akan disampaikan tepat pada waktunya, terutama dalam debat kandidat," tegasnya.


Ekonomi Kerakyatan


Sementara, Syech Bandar yang berpasangan dengan Hermanto Liem mengatakan, bahwa visi dan misinya yaitu, mengenai ekonomi kerakyatan dalam meningkatkan masyarakat Mempawah.

"Kita akan membangun kerakyatan, dimana rakyat harus sejahtera," jelasnya. 

Dia memberikan nama untuk visi dan misinya dengan nama, RAMAI. Artinya, Ramah, Aman, Membangun, Agamis dan Indah. Semuanya dirangkum agar masyarakat bisa sejahtera.

"Motifasi kita adalah menyejahterakan masyarakat, dan itu akan ditingkatkan," jelasnya. 

Ia mengatakan, dalam membangun Kabupaten Mempawah, perlu tiga pilar. Yaitu, Birokrasi, Pengusaha dan Masyarakat. "Jika birokrasi dengan birokrasi, berapa sih APBD yang diandalkan," jelasnya. 


Melanjutkan Pembangunan


Erlina Ria Norsan yang berpasangan dengan Muhammad Pagi mengungkapkan bahwa, visi dan misinya dalam membangun Kabupaten Mempawah, akan melanjutkan pembangunan dan kepemimpinan sebelumnya.

"Kita akan melanjutkan pembangunan, seperti masdjid Alfalah, pembangunan Rumah Sakit 4 lantai, pelabuhan Internasional, dan pembangunan SPDN," jelasnya. 

Erlina akan melanjutkan program pemimpin sebelumnya yang belum tuntas. “Akan kita tuntaskan," jelasnya.

Calon Pemimpin Berkarakter


Tokoh Masyarakat Kabupaten Mempawah, Susanto menilai, memasuki tahapan Pilkada 2018, seorang pemimpin untuk kKbupaten Mempawah kedepannya, memerlukan enam karakter yang dibagi dalam dua kategori.

"Baik dari katagori kesolehan pribadi, yaitu jujur, amanah dan pekerja keras. Sedangkan karakter sosial yaitu, selalu menciptakan kerukunan, menerapkan kekompakan dan selalu berkerja sama," jelasnya.

Susanto menegaskan, dalan memilih seorang pemimpin di Kabupaten Mempawah, harus mencari seorang pemimpin yang masuk dan rasional untuk masyarakat. Namun tidak boleh memilih seorang pemimpin berdasarkan faktor X.

"Karena kita berharap kedepannya, seorang pemimpin bisa untuk lebih mengayomi masyarakat," jelasnya. 

Ia menilai bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, jika dilihat secara makro sudah ditangani. Namun secara mikro, ditegaskannya belum sepenuhnnya.

"Seperti pembangunan pelabuhan yang hingga saat ini item-itemnya juga belum ada," tegasnya. 

Tak hanya itu, ia mengharapkan, kedepannya pemimpin yang akan datang, agar Kabupaten Mempawah bisa menjadi daya tarik, baik dari masyarakat luar maupun dari investor.

"Jadi, sangat diharapkan kedepannya, Mempawah bisa menjadi daya tarik, baik dari bidang pariwisata maupun dari para investor," jelasnya. (ben/lis)