Sebanyak 300 Hektare Lahan di Mempawah Terbakar

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 122

Sebanyak 300 Hektare Lahan di Mempawah Terbakar
Ilustrasi. Net
MEMPAWAH, SP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah mencatat, kebakaran hutan dan lahan telah melalap sebanyak 300 hektare lahan di Bumi Galaherang. Kebakaran tersebut juga tersebar di seluruh kecamatan di Mempawah, kecuali Toho.

"Saat ini kita masih melakukan pemadaman, dan kita lebih mengutamakan Karhutla yang mendekati rumah warga," kata Kepala BPBD Mempawah Didik Sudarmanto, Senin (19/2).

Menurutnya, melihat besarnya Karhutla itu, BPBD sudah mengajukan permohonan melakukan pemadaman dengan menggunakan operasi water boombing kepada BNPB pusat.

"Pengajuan kita masih dalam pembahasan, apakah perlu dilakukan water boombing atau tidak. Sebab diperkirakan pada bulan Maret mendatang diprediksi mulai turun hujan,” katanya.

Penjabat Sekda Kabupaten Mempawah Ismail mengungkapkan, dia meminta seluruh jajaran dan perangkat pemerintah baik camat maupun Kades untuk proaktif melaporkan situasi dan kondisi wilayahnya masing-masing jika terjadi kebakaran lahan.

“Kita telah membuat grup  penanggulangan bencana yang berisi seluruh pejabat jajaran Pemerintah Mempawah hingga ke desa,” ujarnya.

Pihaknya terus mengoptimalkan BPBD Kabupaten Mempawah untuk melakukan penanggulangan kebakaran lahan yang terjadi.

“Kita sudah melakukan tugas di lapangan. Baik Dandim dan Kapolres Mempawah yang juga telah melakukan upaya pemadaman,” tegasnya.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso menegaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang pemilik lahan yang terbakar di Sungai Kunyit.

“Kita masih melakukan pemeriksaan. Nanti berdasarkan keterangan baru akan kita gelarkan. Apakah ada  unsur pidana atau tidak,” katanya.

Menurutnya, delapan orang yang telah diperiksa belum tentu melakukan pembakaran dengan sengaja mengenai lahannya.

“Bisa jadi itu dari areal yang tidak ada penguhuni hingga merembet ke lahan yang ada pemiliknya,” papar dia.

Mereka yang diperiksa masing-masing pemilik lahan yang terbakar kurang lebih seluas dua hektare. "Jadi, kita akan analisis dan menyimpulkan. Apakah ada unsur pidana atau tidak," tutup dia. (ben/ang)