14 Desa di Tujuh Kecamatan Rawan Karhutla

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 141

14 Desa di Tujuh Kecamatan Rawan Karhutla
Ilustrasi. Net
MEMPAWAH, SP – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Mempawah, Gusti Ramlana mengatakan, pemerintah daerah terus berkomitmen mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kawasan di Mempawah, sepekan terakhir.

"Bentuk komitmen kita dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan yaitu, dengan memberikan mesin-mesin  portable di masing masing kecamatan maupun desa yang rawan terjadinya Karhutla," kata Ramlana, Kamis (22/02).

Menurutnya, kawasan kawasan yang dianggap rawan terjadinnya kebakaran hutan dan lahan yang sudah dipetakan. Yakni di tujuh kecamatan dengan 14 desa yang tersebar di Kabupaten Mempawah.

"Makannya masing-masing desa yang dianggap rawan Karhutla tersebut diberikan mesin portable, untuk melakukan penanganan awal kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Dalam menangani Karhutla tak luput dari peran semua pihak, seperti TNI, Kepolisian, dan instansi terkait. Terutama dalam memberikan sosialisasi maupun melaksanakan patroli-patroli yang sudah masuk dalam program Pemda.

Rapat koordinasi baik di Mempawah maupun di provinsi sudah dilakukan. Dimana saat ini titik panas  di Mempawah sudah tidak ada. Namun meskipun begitu, petugas kita selalu melakukan pemantauan lokasi-lokasi yang kerap terjadi Karhutla.

Menurutnya, pemicu terjadinnya kebakaran di kawasan didominasi berlahan gambut di Mempawah. Dikarenakan prilaku masyarakat yang harus diwaspadai, dan diiringi akan faktor cuaca yang kemarau.

"Karena kebanyakan lahan yang terjadi Karhutla itu tanah- tanah terlantar yang berada di daerah pedalaman," jelas dia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan penyakit Dinkes PP dan KB Kabupaten Mempawah, Mochtar Siagian mendata sekitar 500 orang penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang tersebar di Mempawah, di bulan Febuari 2018.

"500 penderita ISPA ini data dari lima Puskesmas yang tersebar di kabupaten Mempawah," ucapya. (ben/ang)