Tanah Syahmiran di Pantai Kijing Dibayar Rp1,6 Miliar

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 977

Tanah Syahmiran di Pantai Kijing Dibayar Rp1,6 Miliar
GANTI RUGI – Syahmiran bersama istrinya saat menyelesaikan proses ganti rugi tiga bidang tanah untuk pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, Sungai Kunyit, Minggu (25/2). (SP/Ruben)
MEMPAWAH, SP – Pembebasan lahan di Pantai Kijing, Sungai Kunyit, untuk dibangun pelabuhan bertaraf internasional membawa berkah tersendiri bagi warga setempat. Khususnya para pemilik lahan.

PT Pelindo sebagai pihak pelaksana pembangunan sebelumnya telah menggelar proses pembayaran ganti rugi dengan nilai di atas Rp200 ribu per meter. 

Syahmiran (60), warga Sungai Kunyit mengaku tiga bidang tanahnya seluas 8.229 meter per segi di Pantai Kijing dihargai lebih dari Rp1,6 miliar. 

“Itu tanah milik istri saya,” kata Syahmiran saat ditemui usai melakukan tahapan proses ganti rugi, Minggu (25/2). 

Syahmiran mengaku puas dengan harga yang diberikan PT Pelindo atas tanahnya yakni sebesar lebih dari Rp200 ribu per meter. 

"Untuk hargannya sempat ada pengurangan. Saat saya berkoordinasi dengan BPN Mempawah harganya akan disesuaikan dengan harga yang telah ditetapkan di awal," jelasnya.
Dia berniat, uang hasil penjualan tanah tersebut akan digunakan untuk ibadah umrah dan membangun usaha. 

Sebelumnya, ganti rugi lahan tahap pertama untuk Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat mulai dilakukan PT Pelindo II.

"Pembayaran ganti rugi tanah yang dilakukan saat ini kepada pemilik lahan yang masuk di kawasan terminal dalam rangka mempercepat proses pembangunan," ujar Koordinator Proyek Strategis PT Pelindo II, Zuhri Iryansyah di Mempawah, seperti dikutip Antara Jumat (23/2).

Ia menjelaskan pada tahap awal untuk luas pembangunan pelabuhan tersebut membutuhkan 200 hektare lahan.

"Untuk pembebasan lahan dilakukan oleh BPN. Sedangkan untuk menilai harganya dari Kantor Jasa Penilaian Publik. Kita yang membayarnya," kata dia.

Ia menambahkan dari 200 hektare lahan yang ada 53 hektarenye dilakukan pembayaran di tahap pertama tersebut.

"Dari 53 hektare tersebut pemilik lahannya ada 166 orang. Dalam proses pembayaran yang hadir saat ini ada 70 orang," jelas dia.

Secara total dikatakan dia untuk membangun Pelabuhan Internasional Kijing yang berada di dua desa tersebut membutuhkan investasi sebesar Rp5 triliun. "Tahun ini juga kita targetkan segera dibangun kontruksi pelabuhan," papar dia.

Menurutnya ke depan untuk jangka panjang dibutuhkan areal kawasan secara menyeluruh sekitar 3.500 hektare.

"Areal tersebut tentu untuk kawasan - kawasan industri lainnya termasuk di dalamnya pelabuhan kita. Kita berharap untuk mempercepat ini butuh dukungan semua pihak demi kemajuan daerah ini," harapnya. (ben/ang)