Tanya Kasus Ujaran Kebencian, Ribuan Warga Datangi Mapolres Mempawah

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 413

Tanya Kasus Ujaran Kebencian, Ribuan Warga Datangi Mapolres Mempawah
Warga mendatangi Mapolres Mempawah, Selasa (5/6) malam. (SP/Ben)
MEMPAWAH, SP - Ribuan massa dari berbagai elemen di Kabupaten Mempawah mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Mempawah, Selasa (5/6) malam. Mereka meminta kejelasan terkait kasus dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian yang dilakukan CNW alias AK di media sosial.

Tokoh masyarakat Kabupaten Mempawah Husni Thamrin yang ikut mengawal massa ke Mapolres mengaku, massa berkumpul lantaran sebelumnya beredar isu bahwa pelaku dugaan ujaran kebencian akan dibebaskan Polres Mempawah.
CNW alias AK, warga Kecamatan Mempawah Hilir sebelumnya dilaporkan oleh warga pada, Senin (4/6) lalu.

"Kami tidak bermaskud lain, hanya ingin mempertanyakan bagaimana perkembangan kasus ujaran kebencian yang  sedang ditangani Polres Mempawah," kata Husni Tamrin.

Ia menambahkan, masyarakat juga berkeinginan agar pelaku yang telah berkomentar dengan ujaran kebencian di media sosial dan telah ditangani oleh Polres Mempawah diberikan hukuman yang sesuai.

“Kami juga meminta agar penista agama dengan nama akun di medsos Jonny Handoko juga bisa di tangkap," katanya.
Ia mengatakan, berkumpulnya warga hingga mendatangi Polres Mempawah ini merupakan inisiatif dari warga sendiri, tidak ada yang mengkondisikan atau yang mengkomandoi.

Kedatangan warga ke Polres Mempawah ini disambut langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Denny Satria. Beberapa perwakilan masyarakat langsung diperkenankan menyampaikan maksud dan tujuannya.

AKP Denny Satria mengatakan, pemilik akun yang diduga telah menyebar ujaran kebencian masih dalam proses. Jika yang bersangkutan memenuhi unsur melanggar hukum maka akan ditindaklanjuti.

"Untuk menindaklanjutinya tentunya harus sesuai prosedur. Hingga saat ini kasus ini masih dalam proses lidik," jelasnya.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Mempawah untuk tidak mudah terpancing dengan berita hoaks dan harus hati-hati dalam menerima informasi yang beredar.

"Karena, saat ini banyak akun-akun yang dipertanyakan. Makannya harus bersikap hati hati dalam menerima informasi," pungkasnya.

Tokoh masyarakat Kabupaten Mempawah Ustadz  Solihin, meminta dan mengajak masyarakat  Mempawah untuk tetap menjaga kondusifitas, terlebih saat ini masih di bulan Ramadan.

"Mari kita sama-sama mejaga kondusifitas di Mempawah, masyarakat jangan ada yang berbuat anarkis,” ajaknya.
Untuk menghindari  terjadinya aksi yang berlebihan dan menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, ia meminta polisi memproses pelaku.

"Kasus ini tetap akan kami kawal, kami minta pelaku mendapat hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku," pungkasnya. (ben)