Tuntut Kapolres Minta Maaf Secara Terbuka, Tokoh Masyarakat Beri Tengat Waktu 3x24 Jam

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 274

Tuntut Kapolres Minta Maaf Secara Terbuka, Tokoh Masyarakat Beri Tengat Waktu 3x24 Jam
H Husni Thamrin. (SP/Ben)
MEMPAWAH, SP – Sejumlah tokoh masyarakat Mempawah berencana akan melaporkan Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso pada Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Kalbar karena mengatakan ribuan massa yang mendatangi Mapolres Mempawah, Selasa (5/6) malam lalu, seperti maling.

"Saya sangat tersinggung dengan statmen Kapolres tersebut. Karena tak patut Kapolres berujar demikian. Polisi itu digaji oleh masyarakat dan untuk melayani masyarakat 24 jam," kata H Husni Thamrin, Senin (11/6).

Thamrin yang juga Panglima Laskar Opu Daeang Manambon Mempawah ini meminta agar Kapolres mengklarifikasi statmen tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat.

"Masyarakat berkumpul, dan kami sebagai orang tua hanya mengarahkan. Mereka yang ingin ke Mapolres untuk mempertanyakan perkembangan kasus penistaan agama dan ujaran kebencian. Dan kita sebagai orang tua menjaga dan tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkaan," jelasnya.

Thamrin mengklaim, setidaknya ada lima hingga enam tokoh masyarakat Tionghua yang menyampaikan terima kasih kepada pihaknya atas langkah yang dilakukan pihaknya malam itu dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Jika Kapolres Mempawah tak melakukan klarifikasi, sejumlah tokoh masyarakat Mempawah akan melaporkannya ke Irwasda dan Kapolda Kalbar. Karena sepanjang hidup yang sudah puluhan tahun di Mempawah, saya belum pernah bertemu dengan kapolres seperti ini," katanya.

Menurut Husni, seharusnnya Kapolres menciptakan stabilitas dan kondusifitas daerah, bukan justru memicu permasalahan baru. Karena stabilitas ada tiga komponen yang menjagannya.

"Jika satu komponen yang memicu, bisa terjadi hal yang tak diinginkan. Karena saya merasa tersinggung, dan saya beri batas watu 3×24 jam agar Kapolres bisa mengklarifikasi statmennya dan meminta maaf secara terbuka," tegasnya.

Tokoh masyarakat Mempawah lainnya, Ustazt Muhammad Solihin juga mengaku kecewa terhadap statmen Kapolres yang akan mencari aktor pengumpul massa.

"Pernyataan Kapolres membuat saya kecewa. Kapolres seharusnya menenangkan suasana yang sudah panas justru malah melempar ‘bola panas' dengan menuding adanya pihak-pihak menjadi dalang penggerak massa," katanya. (ben)