Warga Demo Kantor Panwaslu Mempawah Tagih Perkembangan Kasus Dugaan Bagi-bagi Sembako

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 171

Warga Demo Kantor Panwaslu Mempawah Tagih Perkembangan Kasus Dugaan Bagi-bagi Sembako
Puluhan warga mendatangi Kantor Panwaslu Mempawah, Senin (11/6). (SP/Ben)
MEMPAWAH, SP – Puluhan warga mendatangi Kantor Panwaslu Mempawah, Senin (11/6). Mereka mempertanyakan kinerja Panwaslu dalam menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan politik uang dengan membagi-bagikan bingkisan sembako oleh salah satu tim Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mempawah.

Alex (30), perwakilan warga mengatakan, mereka datang untuk mempertanyakan progres laporan mengenai pembagian sembako berupa gula dan susu yang dilakukan oleh salah satu paslon.

"Kita tak bisa menyebutkan paslon yang mana. Yang jelas sudah ada dilaporkan, makannya kita mempertanyakan kinerja Panwaslu dalam menjalankan perannya sebagai pengawas pemilu," ujarnya.

Menurut Alex, kinerja Panwaslu Mempawah dinilai lemah dalam menangani dugaan pelanggaran yang telah dilaporkan tersebut. Sejauh ini katanya belum ada tindakan tegas yang dilakukan Panwaslu.

"Makanya kami nilai Panwaslu Mempawah lemah dalam menegakkan aturan yang telah di sepakati," jelasnya.

Kedatangan ini juga katanya sebagai bentuk motivasi dan penyemangat terhadap Panwaslu untuk melakukan tindakan terhadap pelanggaran pemilu.

"Makanya kita ingin dalam pemilu ini tak ada lagi money politik ataupun lainnya," tukasnya.

Bahtiar Mukti, perwakilan warga lainnya menilai, Panwaslu tak becus dalam menangani laporan terkait dugaan pembagian paket sembako.

"Jadi jangan tutup mata dalam proses laporan masyarakat. Jangan hanya makan gaji buta," katanya.

Bahtiar berharap agar laporan tersebut dapat segera diproses oleh Panwaslu Mempawah.

"Karena sudah jelas, ada barang bukti, ada pelapor, laporan juga pakai matrai dan tinggal tindak lanjutnnya saja dari Panwas. Makanya warga bergerak," katanya.

Sementara Ketua Panwaslu Mempawah, Akhmad Amirudin mengatakan pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin, terlepas dari kelemahan yang ada. Protes warga akan dijadikan bahan evaluasi ke depannya.

“Jika ada warga yang beranggapan kami tak becus, itu sah-sah saja orang menilai. Karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin," katanya.

Terkait empat laporan dugaan pelanggaran dan temuan pembagian sembako yang sudah masuk ke pihaknya, hal itu sudah ditindaklanjuti, namun belum memenuhi unsur pelanggaran pemilu.

"Dari hasil klarifikasi terlapor dan pelapor belum adannya bukti yang kuat. Hal ini juga sudah dinaikam ke Gakummdu, namun belum memenuhi unsur pelanggaran dalam pemilu," jelasnya. (ben)