Polisi Buru Preman Kampung yang Mengeroyok Penjaga Makam Opu Daeng Manambon

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 615

Polisi Buru Preman Kampung yang Mengeroyok Penjaga Makam Opu Daeng Manambon
Kapolres Mempawah dan Dandim di Desa Pasir, Mempawah Hilir. (SP/Ben)
MEMPAWAH, SP - Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Susanto mengatakan, pertikaian yang terjadi antara pengawas makam dan pemilik lapak di kawasan pemakaman Kerajaan Opu Daeng Manambon, Desa Pasir, Mempawah Hilir, pada Selasa (19/6) kemarin, berawal dari cekcok mulut.

Saat itu, pengawas makam berinisal WW yang juga warga Desa Pasir hendak menertibkan lapak dagangan milik SM yang posisinya dianggap menggangu aktivitas jalan sekitar.

"Karena tak mau ditertibkan, maka terjadi cekcok mulut. Dimana pemilik lapak langsung memanggil suaminnya (KS),” kata Didik, Rabu (20/6).

Menanggapi situasi itu, WW dan kerabatnnya AM kemudian mengambil inisiatif untuk mengajak pemilik lapak dan suaminya menyelesaikan permasalahan ke Kantor Desa Pasir.

Mereka pun pergi ke kantor desa menggunakan mobil, namun di tengah perjalanan, mereka dihadang sejumlah orang yang merupakan kerabat pemilik lapak, dan diketahui merupakan preman di kampung tersebut.

"Saat hendak menuju ke Kantor Desa Pasir, mereka dihadang oleh sekitar lima orang yang langsung memecahkan kaca mobil bagian depan. Mereka membuka pintu mobil dan kemudian menganiaya WW dan AM,” jelas Didik.

Akibat dari penganiayaan tersebut, WW mengalami luka serius. Bahunya tertancap serpihan kayu dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara AM mengalami luka lebam.

"Akibat adanya pemukulan tersebut WW langsung membuat laporan kepada pihak kepolisian,” kata Didik.

Mendapat laporan, pihak kepolisian kemudian  melakukan pencarian terhadap para pelaku, dan berhasil mengamankan satu orang dari lima orang yang diduga melakukan penganiayaan.

"Satu orang sudah diamankan dan sedang dimintai keterangan. Sedangkan empat lainnya masih dalam pencarian. Mereka merupakan preman kampung yang sering membuat onar," katannya.

Kapolres menegaskan, dalam mediasi yang dilakukan, semua pihak sudah menyerahkan masalah ini kepada kepolisian untuk diselesaikan secara hukum.

"Jadi, percayakan pada kita. Akan kita selesaikan secara tuntas," tegasnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan sweeping ataupun pergerakan massa. Jangan terprovokasi dengan isu-isu yang beredar. (ben)