Polisi Tangkap Oknum PNS Rutan Mempawah, Jambret Polwan Terekam CCTV

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 437

Polisi Tangkap Oknum PNS Rutan Mempawah, Jambret Polwan Terekam CCTV
Tersangka Oknum PNS Rutan Mempawah yang menjambret Polwan
Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso
"Saat mencari informasi , anggota kita mendapatkan rekaman pelaku saat menjabret melalui CCTV mini market, simpang Jalan dr Rubini Mempawah."

MEMPAWAH, SP - Seorang oknum PNS Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2 Mempawah WN ditangkap anggota Kepolisian Resort (Polres) Mempawah, lantaran diduga telah melakukan aksi  penjambretan terhadap seorang Polisi wanita (Polwan) anggota Polres Mempawah, Laksmi Sri Dewi di Jalan dr Rubini Mempawah, Sabtu (7/7).

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso menjelaskan, pengungkapan kasus dan penangkapan terhadao pelaku penjambretan terhadap seorang anggota Polwan Polres Mempawah hanya dalam hitungan jam. Pelaku melancarkan aksi penjabretan di Jalan dr Rubini, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (7/7) lalu, sekitar Pukul 12.00 WIB. 

Ia mengatakan, penangkapan terhadap oknum PNS Rutan Kelas II B Mempawah ini, karena hasil kerja keras personel Sat Reskrim dan personel Sat Intelkam Polres Mempawah dalam melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

“Saat mencari informasi , anggota kita mendapatkan rekaman pelaku melalui CCTV di mini market simpang Jalan dr Rubini Mempawah,” kata AKBP Didik Dwi Santoso, Senin (9/7).

Hasil rekaman tersebut mengarah terhadap WN, yang diduga oknum PNS di Rutan Kelas II B Mempawah. WN diketahui merupakan warga Jalan Veteran, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

“Atas informasi yang dihimpun, anggota gabungan yang terdiri unit lidik dan unit IV Intelkam langsung melakukan penangkapan di kediaman pelaku, pada hari Minggu (8/9) sekitar pukul 18.30 WIB,” paparnya.

Sementara Paur Humas Polres Mempawah, Ipda Imam Widhiatmoko memaparkan, saat penangkapan pelaku dikediamannya, pelaku tidak melakulakan perlawanan apapun. Pelaku hanya pasrah dan menurut saat diamankan dan dibawa ke Mapolres Mempawah untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Selain mengamankan WN, kita juga mengamankan barang bukti yang ditemukan dirumah pelaku," katanya.

Barang bukti yang diamankan itu, diantaranya satu dompet warna hitam yang berisikan barang barang berharga milik Laksmi , didalam dompet tersebut berisikan  SIM C, SIM A dengan nomor sim 88111015001, satu  unit handpone merek Samsung J5 warna hitam, satu unit handpone merek Blackberry Gemini warna putih, satu kartu ATM BRI atas nma  Birnatsyah , 1 buah KTA-e atas nama  Laksmi , serta kartu NPWP.

Kepala Rutan Kelas II B Mempawah, Huzaefah Makmur Hidayah membenarkan adanya  oknum PNS di Rutan Kelas II B Mempawah, WN ditangkap polisi dan menjadi tersangka, karena melakukan penjambretan terhadap seorang Polwan.

Huzaefah Makmur mengakui, sudah kerap memberikan teguran terhadap WN, agar selalu menjaga nama baik kelembagaan. Ia mengungkapkan, WN pernah dipindah tugaskan ke Kanwil karena melakukan pelanggaran dan kemudian kembali lagi ke Rutan Mempawah

"Beliau (WN) awalnya dari Rutan Mempawah dipindahkan ke kanwil, setelah berada di Kanwil bertugas, beliau tidak ada perubahan, " kata Huzaifah.

Ia menerangkan , WN dipindahkan ke kanwil karena berurusan juga dengan kepolisian pada tahun 2016 lalu, kemudian pada 2017 WN kembali dipindah tugaskan di Rutan Mempawah dengan harapan bisa berubah dan tidak mengulangi kesalahan.

"Bukannya berubah, malah kembali ditangkap polisi, peristiwa ini sudah kami laporkan ke  Kakanwil Kemenkumham," ujarnya.

Saat disinggung, apakah ada kemungkinan motif pelaku melakukan tindakan nekat tersebut, untuk mengkonsumsi narkoba, seperti isu yang beredar, Hidayah mengatakan, ia tidak mengetahui hal tersebut.

Preseden Buruk Bagi Lembaga 

Tokoh Pemuda Kabupaten Mempawah, Mohlis Saka mengatakan, adanya oknum PNS  Rutan Kela II B Mempawah yang ditangkap pihak Polres Mempawah karena didugamenjambret seorang Polwan anggota Polres Mempawah, merupakan preseden buruk bagi PNS di Kabupaten Mempawah khususnya bagi lembaga Rutan Kelas II B Mempawah.

“PNS  merupakan aparatur pemerintah, seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat biasa,” kata Mohlis.

Menurutnya, sebagai aparatur pemerintah tidak seharusnya yang bersangkutan melakukan  perbuatan  yang dapat mencoreng nama lembaga. Dan permasalahan ini diharapkannya,  dapat diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini 

"Peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali. Ini mesti menjadi pembelajaran semua pihak, agar dapat menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain ,” pungkasnya. (ben/jek)