23 Pecandu Narkoba Direhabilitasi di Mempawah, Ingin Hilang dari Ketergantungan

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 170

23 Pecandu Narkoba Direhabilitasi di Mempawah, Ingin Hilang dari Ketergantungan
Ilustrasi. (Net)
Kepla BNNK Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay
"23orang  yang menjalani rehabilitasi rawat jalan tersebut, merupakan pecandu narkoba yang ingin hilang dari ketergantungan  narkoba. Usianya berkisar 18 hingga 45 tahun."

MEMPAWAH, SP -  Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mempawah mendata, hingga saat ini sebanyak 23 pecandu narkoba telah direhabilitasi rawat jalan di Kabupaten Mempawah. 

Kepla BNNK Mempawah, AKBP Abdul Haris Daulay mengatakan 23 pecandu narkoba ini, direhabilitas tersebar di tiga tempat, diantaranya yakni klinik Pratama Sehati BNN Mempawah, Lembaga Rehabilitasi  Komponen Masyarakat(LRKM ) serta Lembaga rehabilitasi instansi pemerintah yang berada di RSUD dr Rubini.

“23orang  yang menjalani rehabilitasi rawat jalan tersebut, merupakan pecandu narkoba yang ingin hilang dari ketergantungan  narkoba. Usianya berkisar 18 hingga 45 tahun,” kata AKBP Abdul Haris Daulay, Rabu(18/7).

Ia merinci 23 pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi rawat jalan, diantaranya 10 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama, 7 orang di Komponen Masyarakat  dan di RSUD dr Rubini ada 6 orang ,

"Selain dari itu, ada pula pecandu narkoba asal Mempawah yang menjalani rehabilitasi rawat inap di Panti Badoka di Makasa, sebanyak dua orang.Tapi, satu orang sudah sembuh dan sudah kembali ke Mempawah," kata dia.

Kepala Seksi Rehabilitasi BNNK Mempawah, Retno Andri Astuti mengatakan, dari pengalamannya selama ini, sebagian besar yang memakai  narkoba  barawal dari pergaulan dan hanya ingin coba-coba.

“Awalnya sedikit, kemudian dari sedikit ini jadi ketagihan," kata Retno.

Selain dari itu, menurut Retno ada pula yang memakai narkoba ini berawal depresi, lantaran sedng menghadapi berbagai permasalahan.

"katanya begitu gunakan barang ini (narkoba) bebannya lepas.Tapi setelah itu mereka ketagihan,” ungkapnya.

Retno menyampaikan di kabupaten Mempawah selama ini, hanya melayani rehabilitasi rawat jalan, dengan sistem 8 kali pertemuan. Jika ada pasien yang dinilai harus dirawat inap, maka pihaknya kan memberikan rujukan ke Pontianak, Badoka di Makasar, atau Panti Rehabilitasi Lido di Bogor.

Rawan Peredaran Narkotika 

Sebelumnya, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Mempawah, Murni mengatakan sejumlah kecamatan di Kabupaten Mempawah merupakan  rawan peredaran narkotika, dikarenakan Kabupaten Mempawah merupakan jalur perlintasan atau transit dari daerah lain, terutama dari daerah perbatasan. 

“Makanya kita gencar melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa, saat sosialisasi itu kita  bekerja sama dengan pemerintahan desa setempat,” kata Murni.

Ia menambahakan, upaya mencegah peredaran narkotika ini butuh peran serta semua pihak. Dengan gencarnya pihaknya melakukan sosialisasi, maka diharapkannya bisa meminimalisir peredaran narkotika di Kabupaten Mempawah.

"Masyarakat maupun pelajar sudah banyak yang mulai sadar bahaya dari peredaran maupun penggunaan narkoba," ujarnya.

Ia menuturkan, di Mempawah ada empat kecamatan terbilang rawan akan peredaran narkotika Empat Kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir ,Mempawah Timur dan Kecamatan Anjongan.

“Untuk itulah, ketika kami melakukan sosialisasi, lebih memfokuskan pada kawasan yang rawan peredaran narkotika ini,” ujarnya. (ben/jek)