Ini Dua Modus Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Mempawah

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 784

Ini Dua Modus Korupsi Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Mempawah
Kantor DPRD Mempawah digeledah oleh petugas Kejari, Kamis (19/7). (SP/Ben)
MEMPAWAH, SP - Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mempawah, Harry Wibowo mengatakan, 45 anggota dewan beserta Sekretariat DPRD Mempawah sudah dipanggil dan diperiksa atas dugaan penyimpangan anggaran perjalanan dinas anggota DPRD Mempawah tahun 2012-2014.

“50 orang sudah kita periksa, termasuk dewan maupun yang sudah di PAW dan pihak Sekretariat DPRD Mempawah,” katanya, Jumat (20/7).

Menurut Harry, dari jumlah itu, sebagian anggota DPRD Mempawah sudah ada yang mengembalikan uang perjalanan dinas yang diduga fiktif tersebut. Totalnya mencapai Rp496.236.176.

“Sebagian besar dari 45 anggota dewan yang diperiksa sudah ada yang mengembalikan uang. Adapun total kerugian negara berdasarkan audit BPK RI yakni Rp3,5 miliar," ujarnya.

Harry mengungkapkan, ada dua modus operasi dari penyimpangan dana perjalanan dinas anggota DPRD Mempawah, yakni pertama perjalanan fiktif dan kedua melebihkan hari dalam perjalanan dinas.

“Ada dua modus, yakni perjalanan fiktif dan melebihkan waktu perjalanan dinas. Misal seharusnya tiga hari, namun yang dilakukan menambah satu hari,” ungkapnya.

Kejaksaan Negeri Mempawah pada Kamis (19/7) kemarin juga melakukan penggeledahan di ruang Administrasi dan Keuangan Sekretariat DPRD Mempawah.

Pengeledahan dilakukan guna mencari alat bukti pendukung untuk kepentingan penyidikan.

Selain mengamankan sejumlah berkas-berkas dan dokumen, pihak kejaksaan juga menyegel salah satu ruangan di gedung DPRD Mempawah. (ben)