Satu Jemaah Mempawah Meninggal Dunia di Mekkah

Mempawah

Editor Indra W Dibaca : 259

Satu Jemaah Mempawah Meninggal Dunia di Mekkah
Ilustrasi. (Net)
MEMPAWAH, SP - Satu jemaah haji asal Kabupaten Mempawah atas nama Suparto bin Kartidjo Abdulah dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah, Kamis (9/8) sekitar pukul 15.30 waktu Arab Saudi (WAS).

Jemaah haji berusia 64 tahun itu merupakan warga Jalan Daeng Manambon, RT01/RW01, Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir.

Kepala Kemenag Kabupaten Mempawah, Kamaludin membenarkan kabar ini. Suparto bin Kartidjo Abdulah meninggal di Mekkah karena diduga mengalami sesak nafas atau asma.

“Memang ada satu jemaah kita yang tergabung dalam Kloter 13 meninggal dunia di Pemondokan Tanah Suci Mekah karena sesak nafas,” katanya.

Menurut Kamaludin, Almarhum diketahui tidak memiliki riwayat sesak nafas karena saat melakukan medical cek up dia termasuk jemaah yang terbilang sehat dibandingkan dengan lainnya.

“Setiap para jamaah haji yang berangkat semuanya sudah dilakukan medical cek up, maupun imunisasi. Karena beliau ini, satu diantara jamaah yang terbilang sehat dibandingkan yang lainnya. Karena ada yang menggunakan kursi roda, menggunakan tongkat, bahkan  ada sebelum berangkat masuk di rumah sakit,” jelasnya.

Kamaludin mengatakan, timbulnya sesak nafas yang dialami Almarhum bisa disebabkan banyak faktor, seperti cuaca (perubahan iklim), kecapean, maupun lainnya.

“Jadi, perubahan iklim juga bisa, menjadi timbulnya asma,” tegasnya.

Almarhum sebelum berangkat ke Tanah Suci diketahui aktif mempertanyakan dan mengurus perjalanan hajinya bersama istri. Dia kerap datang ke Kantor Kemenag Mempawah  menggunakan sepeda motor.

Utri Herlini (29), anak ketiga Almarhum mengatakan, kabar tersebut diterima pada Kamis (9/8) malam, saat dia dan kerabatnya menggelar acara Yasinan di rumah.

Utri sempat mendapatkan SMS dari ibunya, Nurhayati di Tanah Suci yang mengabarkan bahwa ayahnya mengalami sesak nafas secara tiba-tiba.

“Sekitar 30 menit kemudian, kakak saya di Pontianak kasih kabar bahwa Bapak sudah meninggal," katanya.

Ulti sempat kaget dan tak menyangka, karena sepanjang pengetahuannya, ayahnya tak pernah mengalami sakit sesak nafas.

“Bapak hanya gula darah, dan darah tinggi, tak ada sesak nafas,” ujarnya.

“Kita sering melakukan video call dengan orang tua, dan tak ada keluhan-keluhan, sakit atau apa. Namun tiba-tiba mendengar bapak sudah sesak nafas dan meninggal,” imbuhnya.

Ulti mengatakan dari informasi yang diterima, ayahnya telah dimakamkan di Tanah Suci Mekkah. (ben)