Dinkes Kubu Raya Klaim Penderita ISPA Tidak Meningkat

Mempawah

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Dinkes Kubu Raya Klaim Penderita ISPA Tidak Meningkat
Ilustrasi. (Net)
KUBU RAYA, SP - Kabut asap mulai pekat di wilayah Kubu Raya dan Kota Pontianak akibat kebakarn lahan yang terjadi disejumlah daerah. Cuaca yang seperti ini berpotensi menumbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubu Raya Berli Hamdani mengatakan, dari Januari-hingga Juni 2018, penyakit ISPA di Kubu Raya tidak mengalami peningkatan, bahkan menurutnya tidak terlalu mengkhawatirkan. 

“Data keseluruhan penderita ISPA dari Januari hingga Juni 2018, sekitar 100 lebih penderita. Angka ini masih dikategorikan batas normal,” kata Berli Hamdani, beberapa waktu lalu.

Kendati Demikian, Dinas Kesehatan Kubu Raya kata Berli, tetap melakukan antisipasi pencegahan ISPA yang berpotensi mucul di musim kabut asap, seperti saat ini.

"Melalui petugas Puskesmas, kami terus melakukan sosialisasi, terutama penggunaan masker dan prilaku hidup bersih kepada masyarakat, di musim panas yang bercampur asap ini," imbuhnya.

Selain itu, Beli juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang memiliki anak kecil agar tidak terlalu banyak membawa anaknya beraktifitas di luar rumah. Sebab, anak-anak lebih rawan terkena ISPA di musim kabut asap.

“Terutama dimalam hari, kalau bisa jangan bawa anak kecil keluar rumah," kata Berli.

Berli menambahkan, cuaca panas yang disertai asap, seperti yang terjadi saat ini tidak hanya berpotensi menimbulkan penyakit ISPA. Tetapi penyakit diare juga rentan menyerang kesehatan.

"Makanya, prilaku hidup bersih harus dijaga dimusim ini. Selain itu, perbanyak minum air putih  supaya cairan tubuh selalu stabil," katanya.

Kepala Puskesmas Rasau Jaya Wulyono menambahkan, kebakaran lahan di Rasau Jaya yang menimbulkan asap, tidak terlalu pengaruh dengan aktivitas masyarakat.

"Alhamdulialah, penyakit ISPA di daerah Rasau Jaya belum ada peningkatan. Mudah-mudahan, kabut asap akibat kebakaran lahan bisa dikendalikan petugas," harapnya. (abd/jek)