Kamis, 19 September 2019


Sadaniang Terpilih KPPN

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 217
Sadaniang Terpilih KPPN

PENCANANGAN - Suasana Pencanangan Percepatan Pembangunan KPPN di halaman Kantor camat Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kamis (5/9).

MEMPAWAH, SP - Direktorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI melaksanakan Pencanangan Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di Sadaniang di halaman Kantor Camat Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kamis (5/9) sekitar pukul 09.30 WIB.

Pencanangan Percepatan Pembangunan KPPN itu dirangkai dengan peluncuran program Responsive Innovation Fund (RIF) tahap II dan Peresmian Rice Milling Unit (RMU) dan Rumah Pajang PI Prukades (Pengembangan Inkubator Produk Unggulan Desa) yang dimotori Bappeda Kabupaten Mempawah.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktorat Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Harlina Sulistyorini, staf ahli menteri bidang pengembangan sumber daya alam, asisten pemerintahan dan kesra sekretaris daerah provinsi Kalbar, wakil bupati mempawah, kepala OPD Di lingkungan Pemda Mempawah, Camat se-Kabupaten Mempawah dan lainnya.

Harlina  mengatakan terpilihnya Sadaniang dalam Pencanangan Percepatan Pembangunan KPPN sudah diajukan sejak 2015.

"Kawasan ini ditetapkan dan dipilih dari 60 KPPN yang tersebar dari Aceh hingga Papua," katanya.

Untuk pengelolaan kawasan BUMDes bersama di Sadaniang sudah terbentuk. BUMDes ini terdiri dari enam desa. Untuk kelancaran dan operasional BUMDes bisa sharing melalui dana desa. 

“Karena di dalam Dana Desa, berdasarkan Permendes Nomor 16 Tahun 2018, bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi masyarakat di desa," katanya.

Maka, pihaknya meminta BUMDes untuk terus berinovasi dalan pengembangan. 

"Seperti BUMDes pengembangan desa wisata di kawasan yang keuntungannya di Klaten, pendapatannya bisa mencapai Rp10 miliar dan tanpa intervensi dari kementerian," katanya.

Kegiatan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan perekonomian kawasan perdesaan karena pengembangannya tergantung dari potensi setempat.

"Potensi di sini yaitu mengenai pertanian agropolitan. Semoga Sadaniang ini menjadi KPPN yang bisa dibanggakan dan diterapkan di kawasan-kawasan lainnya di Indonesia," katanya.

Dijelaskan bahwa kementerian untuk desa menjadi tanggung jawab dua direktorat jenderal (dirjen) yakni dirjen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan dirjen pembangunan kawasan perdesaan. Keduanya selalu melakukan kolaborasi.

"Jika tanpa kolaborasi, maka pencapaiannya sulit. Begitu juga desa harus terus berkolaborasi," katanya. (ben/bah)

Camat Dampingi Desa

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi berjanji akan mendukung Pencanangan Percepatan Pembangunan KPPN di Sadaniang. 

“Kita mendukung dan sangat mengapresiasinya," katanya.

Dikatakan bahwa banyak potensi yang bisa digali di Kecamatan Sadaniang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Maka, camat harus terus-menerus memberikan pendampingan terhadap desa-desa yang sedang menjalankan program ini," katanya. (ben/bah)