Minggu, 20 Oktober 2019


Pemkab Canangkan Inovasi Gema Cita

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 30
Pemkab Canangkan Inovasi Gema Cita

PENCANANGAN - Bupati Mempawah, Erlina mencanangkan gerakan inovasi Gema Cita (Gerakan Masyarakat Cinta Ibu dan Anak) di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin (7/10).

Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar koordinasi lintas sektoral quick wins pelayanan darah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Balairung Setia Kantor Bupati Mempawah, Senin (7/10). 

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Mempawah, Erlina dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Plt Kepala DInas Kesehatan, Camat se-Kabupaten Mempawah, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mempawah dan Kepala Desa se Kabupaten Mempawah.

Erlina mencanangkan gerakan inovasi Gema Cita (Gerakan Masyarakat Cinta Ibu dan Anak). Salah satu kegiatannya yakni Kado UMI (Kegiatan Donor Darah Menyelamatkan Ibu dan Bayi).

Erlina menjelaskan gerakan inovasi ini merupakan wujud kepedulian seluruh aparat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mempawah terhadap kesehatan ibu dan anak. 

“Harapan saya gerakan inovasi di sektor pelayanan kesehatan dapat didukung dan disambut serta dilaksanakan  dengan baik oleh seluruh lintas sektor terkait, karena permasalahan kesehatan adalah tanggung jawab kita bersama.

Erlina memaparkan bahwa angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong sangat  tinggi. Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), angka AKI masih sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.

“Untuk Provinsi Kalbar sendiri,  data jumlah kematian ibu ada 86 kasus dari 90.515 ibu bersalin. Sedangkan di Kabupaten Mempawah kasus kematian ibu tahun 2018 terdapat dua kasus. Jumlah itu turun dibandingkan tahun 2017 yaitu sebanyak tujuh kasus," katanya.

Menurut Erlina, berdasarkan data rutin Direktorat Kesehatan Keluarga Tahun 2016, penyebab kematian ibu terbanyak karena perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, gangguan sistem peredaran darah dan infeksi. 

“Hal ini jadi perhatian kita. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah menjamin ketersediaan darah sesuai dengan amanat peraturan presiden Nomor 2 Tahun 2015 yang menekankan untuk peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan, termasuk pelayanan darah," ujarnya.

Erlina menegaskan, langkah yang  Pemerintah Kabupaten Mempawah lakukan yaitu  membentuk komite pelayanan darah di tingkat Kabupaten Mempawah hingga komite tingkat desa 

“Satu di antara tugasnya yaitu untuk mensosialisasikan kegiatan pelayanan darah sampai ke tingkat desa. Sehingga diharapkan program quick wins pelayanan darah untuk menurunkan AKI dapat berjalan lebih efektif dan efisien dengan melibatkan seluruh lintas sektoral di masyarakat," jelasnya.

Lebih jauh, kerja sama dan koordinasi yang baik antara rumah sakit daerah, Unit Transfusi darah, dan dinas kesehatan melalui puskesmas, bidang dan aparat desa untuk memberi perhatian lebih terhadap ibu hamil sangat baik. Sehingga dapat menurunkan kasus kematian ibu dan bayi akibat pendarahan. (ben/bah)