Minggu, 17 November 2019


Petisi Pengaspalan Asal-Asalan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 86
Petisi Pengaspalan Asal-Asalan

TINJAU LOKASI - Anggota DPRD Kabupaten Mempawah meninjau lokasi jalan yang diduga diaspal asal-asalan di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, kemarin.

MEMPAWAH, SP – Pengaspalan Jalan Telaga Biru di RT 12 RW 06, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah diduga bermasalah. Warga setempat pun membuat petisi menyikapi hal itu. 

Kepala Dusun Pari, Mahrin mengungkapkan bahwa warganya membuat petisi terkait pengaspalan Jalan Telaga Biru yang diduga asal-asalan.

"Sekitar 20 KK (Kepala Keluarga) yang membuat petisi di kita. Bahkan RT can beberapa pihak desa juga ada," tegasnya, kemarin.

Dengan adanya petisi tersebut, pihaknya membuat laporan kepada Anggota DPRD Kabupaten Mempawah untuk meresponsnya. Tujuannya agar legislator dapat mendorong pembangunan jalan itu diperbaiki. 

"Pembangunan ini sudah sebulan silam. Diperkirakan anggaran pembangunan ini, dari papan plang, dikerjakan oleh CV Rizki Anugrah dengan anggaran Rp.199.696.00 juta," tegasnya.

Petisi menolak pembangunan jalan itu supaya ketahana jalan bisa berumur panjang jika kualitasnya baik. 

"Takutnya belum lama dipakai sudah rusak. Batu yang digunakan bukan batu semestinya. Pengaspalannya pun mudah lepas," katanya. (ben/bah)

Adukan ke Dinas Terkait

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mempawah, Muhaidi Ja'far telah menerima pengaduan dari masyarakat. 

"Masyarakat melaporkan ke saya dengan membuat surat petisi terkait pembangunan pengaspalan Jalan Telaga Biru yang dikeluhkan masyarakat," katanya.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, dirinya langsung meninjau lokasi yang dimaksud. 

"Karena saya dipilih masyarakat, saya langsung meninjau dan turun ke lokasi terkait penilaian masyarakat yang kurang beres atas pembangunan tersebut," katanya.

dia tak bisa menilai baik atau buruknya kualitas pembangunan tersebut. Namun, masyarakat bisa menilai dan membandingkan pembangunan yang berada di sekitar yang dianggap kurang baik.

"Saya akan menginfokan kepada pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mempawah untuk merespos keluhan masyarakat itu," jelasnya. (ben/bah)