Jumat, 06 Desember 2019


Usulkan Mempawah KLB Rabies

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 39
Usulkan Mempawah KLB Rabies

Ilustrasi

MEMPAWAH, SP – Sejumlah 47 kasus gigitan anjing liar di Kabupaten Mempawah bikin Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Mempawah waspada. 

Mulai hari ini, dinas itu akan turun ke desa-desa untuk sosialisasi tentang menanggulangi penyakit rabies karena gigitan anjing liar. Tak hanya itu, dinas tersebut akan melakukan vaksinasi ke hewan untuk mencegah penyakti mematikan itu. 

Tindakan-tindakan tersebut diputuskan setelah rapat koordinasi yang diikuti dari Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Mempawah, Kepala Dinas Kesehatan Mempawah, Kepala BPBD Mempawah, Kapolsek Mempawah Hilir, Pol PP Mempawah, camat, lurah dan lainnya di Aula Dinas Pertanian, Senin (25/11).

Plt Asisten II Sekda Mempawah, Rahmat Effendi yang memimpin rakor itu mengatakan, kejadian anjing liar yang menggigit sejumlah warga di Mempawah meresahkan. Hal ini merupakan masalah besar dan menyangkut nyawa manusia.

"Kasus gigitan di Mempawah sudah mencapai 47 kasus yang tersebar di Mempawah, meskipun belum ada terindikasi rabies. Hanya (kecamatan) Anjungan yang tak ada gigitan anjing liar," tegasnya.

Melalui rakor, dirumuskan rencana aksi yaitu sosialisasi ke desa-desa selama tiga hari, dilanjutkan vaksinasi hewan pada Jumat (29/11).

"Besok (hari ini,red) kita langsung bergerak. Tiga kawasan yang akan difokuskan yaitu Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Kunyit," katanya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Jamiril mengakui bahwa hingga November 2019 ini, kasus gigitan anjing liar yang tersebar di kabupaten Mempawah meningkat drastis dibandingkan tahun lalu.

"Di tahun 2018 hanya terdapat enam kasus gigitan anjing liar. Sedangkan kasus gigitan anjing liar hingga akhir November 2019 ini sudah terdata 47 kasus. Kawasan yang paling banyak terkena gigitan anjing liar ada di Kecamatan Toho," katanya.

Dari 47 kasus gigitan anjing liar yang menyerang warga, satu di antaranya suspek (diduga) rabies dan korbannya meninggal yaitu warga Sungai Kunyit.

"Korban yang meninggal diduga karena virus rabies. Berdasarkan keterangan keluarganya, (ada tanda-tanda) mengarah ke rabies seperti takut dengan cahaya, takut dengan air, dan berliur-liur. Namun, berdasarkan keterangan dokter yang telah merawatnya bahwa korban meninggal bukan karena rabies," ujarnya.

Dengan adanya kasus suspek rabies di Mempawah, pihaknya akan mengusulkan kepada Bupati Mempawah agar melakukan Kejadian Luar Biasa (KLB). 

"Jika usulan kita, karena sudah banyak peningkatan gigitan anjing liar, perlu dilakukan KLB," katanya.

Pihaknya mengingatkan setiap warga yang terkena gigitan anjing liar agar segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit untuk dilakukan Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Karena jika seseorang yang digigit anjing tidak melakukan VAR satu kali 24 jam, maka virusnya cepat menyebar," tegasnya.

Dikatakan bahwa seluruh Puskesmas di Kabupaten Mempawah tersedia VAR. (ben/bah)

Kandangkan Hewan

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Mempawah, Gusti Basrun mengatakan, rapat koordinasi bersama sejumlah pihak guna menyatukan persepsi dalam penanggulangannya maraknya anjing liar yang meresahkan warga.

"Rakor ini untuk menyatukan gerak terhadap penanggulangan rabies di Mempawah. Kasus gigitan anjing liar mengalami peningkatan yang sangat drastis, dibandingkan tahun sebelumnya," katanya. 

Dari hasil rakor ini, tiga kecamatan akan difokuskan dilakukan rencana aksi penanggulangan rabies di Mempawah yaitu Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Kunyit. 

"Tiga kawasan ini sebenarnya kawasan aman, namun saat ini menjadi kawasan rawan rabies.  Sebelumnya kawasan di Mempawah ini yang masuk zona merah rabies itu di tiga desa di Kecamatan Toho dan Kecamatan Sadaniang, yang berdekatan langsung dengan kawasan KLB nasional yaitu Landak," katanya.

Adapun sosialisasi itu yakni meminta warga yang memiliki anjing harus dilakukan vaksin dan dikandang. Instruksi untuk mengandangkan anjing berlaku dalam kurun waktu tiga hari ke depan. 

"Jika masyarakat tak mengindahkan instruksi itu, maka akan dieksekusi atau penangkapan secara massal," tegasnya. 

"Semua pihak harus andil dalam penanganan anjing liar yang marak ini," katanya. (ben/bah)