Jumat, 13 Desember 2019


Sepasang Kekasih Disekap dan Dicabuli

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 144
Sepasang Kekasih Disekap dan Dicabuli

Ilustrasi

MEMPAWAH, SP - Polres Mempawah meringkus tiga pelaku tindak pidana asusila pemerasan, pengancaman dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur di kawasan Pantai Ancol, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Sabtu (23/11) lalu. 

Tiga pelaku yang diringkus Satuan Reskrim Polres Mempawah itu yakni D (28), warga Singkawang, S (20) dan F (19) warga Sengkubang. Ketiganya melakukan tindakan asusila kepada dua korban yaitu AF (16), warga Mempawah dan MY (16), warga Kota Pontianak.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Sutrisno mengatakan, polisi meringkus tiga pelaku setelah mendapat laporan dari korban AF(16) ke Polres Mempawah, Sabtu (23/11) pagi. 

"Hanya dalam kurun waktu beberapa jam setelah pelaporan, tiga pelaku berhasil kami ringkus,” katanya, kemarin. 

Sutrisno menceritakan, kejadian tindakan asusila itu berawal saat AF yang seorang pelajar berpacaran dengan MY(16) pada Jumat (22/11) pukul 23.00 WIB di pantai itu. 

"Saat mereka sedang pacaran di kawasan sepi, mereka ditangkap oleh D (28), S (20) dan F (19) di kawasan Pantai Ancol," katanya. 

Sepasang kekasih itu lantas diinterogasi oleh ketiga pelaku dengan menggunakan senjata tajam, bahkan hingga disekap di sebuah warung kawasan Pantai Ancol. Ketiga pelaku meminta sejumlah uang kepada korban jika mau dibebaskan. 

"Karena tidak bisa memberikan sejumlah uang, HP mereka diambil dan MY (16) diikat dengan rantai besi di lehernya. Sedangkan wanitanya disuruh melepaskan seluruh pakaiannya dan dilakukan tindakan asusila yang tak selayaknya dilakukan. Beberapa kejadian bahkan divideokan pelaku. Kejadian tersebut berlangsung dari Jumat (23/11) pukul 23.00 hingga Sabtu (24/11) 03.00 dini hari," ungkapnya. 

Sutrisno mengatakan bahwa video hasil rekaman tersebut sudah beredar di kalangan teman-teman korban. 

"Jadi, video dan foto perbuatan yang dilakukan mereka semuanya sudah diamankan," tegasnya. 

Sementara Ketua KPAI Kabupaten Mempawah, Kusmayadi membenarkan adanya tindak asusila terhadap anak di bawah umur di kawasan Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.

"Kami akan memberikan pendampingan terhadap korban yang masih di bawah umur. Korban mengalami trauma atas kejadian tersebut," katanya. 

Selain memberikan pendampingan terhadap trauma, pendampingan juga akan terus berlanjut hingga putusan pengadilan. 

Ia menghimbau para orang tua terus mengawasi anaknya agar tidak keluar malam melewati waktunya.

"Orang tua wajib mencari anaknya jika tidak berada di rumah melewati pukul 21.00 WIB,” ujarnya. (ben/bah)

Hukum Berat Pelaku

Tokoh Pemuda Mempawah, Mohlis Saka mengatakan, peran orang tua dan pendidikan keagamaan perlu ditingkatkan untuk meminimalisir tindakan-tindakan kejahatan.

"Pendidikan agama di sekolah sangat perlu ditambah waktunya sebagai benteng anak dalam melakukan hal-hal yang di luar norma. Yang tak kalah penting yaitu peran orang tua dalam mengontrol anaknya agar tidak keluar pada malam," katanya.

Kemudian, pelaku yang melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur harus dihukum sesuai perbuatannya. 

"Jika melakukan penangkapan terhadap pasangan muda mudi yang memadu kasih ataupun mereka melakukan perbuatan mesum, alangkah baiknya jangan main hakim sendiri. Sebaiknya diserahkan kepada hukum yang ada," katanya. (ben/bah)