Kamis, 30 Januari 2020


Antisipasi Dini Hadapi Banjir dan Karhutla

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 74
Antisipasi Dini Hadapi Banjir dan Karhutla

PADAMKAN API – Petugas sedang memadamkan api yang membakar lahan di sebuah daerah.

Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar penyusunan rencana kontijensi bencana alam di Kabupaten Mempawah di Wisma Chandramidi pada 3-5 Desember 2019. Kegiatan itu guna antisipasi dini dalam kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan tersebut dibuka Asisten Tata Praja Sekretariat Daerah Kabupaten Mempawah, Juli Suryadi Burdadi dan diikuti TNI, Polri dan OPD terkait.

Juli Suryadi mengatakan kegiatan penyusunan rencana kontijensi bencana alam di Kabupaten Mempawah sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah terhadap bencana di Mempawah, baik bencana banjir maupun karhutla.

"Jadi, banjir maupun karhutla menjadi isu lingkungan setiap tahunnya yang berpotensi rawan akan bencana. Ketika musim hujan berpotensi banjir dan saat kemarau berpotensi karhutla yang berujung kabut asap,” jelasnya.

Menurutnya, akibat karhutla yang terjadi pada tahun ini, standar pencemaran udara sudah pada level yang membahayakan dan kegiatan masyarakat sudah terganggu akibat kabut asap.

“Seperti sekolah-sekolah juga terpaksa diliburkan karena anak-anak perlu diselamatkan dari bahaya yang mengganggu kesehatan mereka,” paparnya.

Lebih jauh, penanggulangan bencana merupakan perwujudan pertanggungjawaban pemerintah dalam penanganan bencana, di mana itu mencakup kemampuan, kesiapsiagaan, penyelamatan, rehabilitasi, rekonstruksi serta pemantapan kelembagaan.

“Penyusunan rencana kontijensi kebakaran hutan dan lahan ini merupakan upaya strategis yang diharapkan dapat membuka wawasan pengetahuan peserta agar dapat melaksanakan penanganan masalah-masalah yang berkaitan dengan bencana,” katanya.

Sementara Kepala BPBD Mempawah, Hermansyah menjelaskan penyusunan kontijensi bencana diikuti 30 peserta dari  unsur TNI-Polri dan OPD terkait. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menghitung tingkat persiapan dan kesiapan, baik personel, logistik, peralatan, serta estimasi biaya yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana alam yang terjadi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui data dan potensi sumber daya di Kabupaten Mempawah, terutama dalam menghadapi bencana alam," jelasnya. (ruben/bah)