Kamis, 30 Januari 2020


Tanah Tumpang Tindih, Tiga Orang Saling Lapor ke Polisi

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 527
Tanah Tumpang Tindih, Tiga Orang Saling Lapor ke Polisi

MEMPAWAH, SP - Polres Mempawah melakukan penggeledahan terhadap dua unit rumah di kawasan Kota Pontianak yang diduga menyimpan surat segel jual beli tanah tahun 1952, yang  digunakan untuk mengklaim tanah orang di kawasan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Rabu (4/12).


Penggeledahan pertama dilakukan di rumah Oscar Haris di Jalan Tanjungpura, Gang Kedah Nomor 58. Dilanjutkan penggeledahan kedua di rumah Aina di Jalan Martadinata RT 03 RW 12, Gang Jaidar 1 Nomor 3. Saat polisi mendatangi rumah kedua, tak ditemukan penghuni di dalam rumah.


Tindakan pemeriksaan bermula dari laporan Kusnadi yang melaporkan bahwa timbul surat tanah baru di atas tanah miliknya di kawasan Jungkat.

 

Saat pihak Oscar diminta untuk menunjukan surat tanahnya yang diduga palsu, Oscar enggan menunjukan surat tanah tersebut merupakan miliknya.


Atas dasar itulah, polisi melakukan penggeledahan berdasarkan surat dari Pengadilan Negeri Mempawah.

 

Kusnadi mengatakan bahwa tanah miliknya seluas tiga hektare di kawasan Wajok, Kecamatan Jungkat memang mengalami polemik dengan pihak Oscar.

 

"Saya pernah melihat surat pembanding yang tak identik dengan surat  pihak Oscar," kata Kusnadi.

 

Oscar mengklaim tanah itu miliknya hingga memasang plang di atas tanah berpolemik itu. Kusnadi pun dilaporkan ke Polres Mempawah.

 

Setelah polisi melakukan penyidikan, polisi berkesimpulan bahwa kasus ini merupakan ranah perdata. Sebab, surat tanah Oscar tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu kebenarannya, baru bisa melapor ke Polres Mempawah.


"Keluarlah SP3 (
Surat Penghentian Penyidikan) dari Polres Mempawah bahwa laporannya (Oscar) tidak bisa ditindaklanjuti. Maka, saya melaporkan balik atas perbuatan mereka," katanya.


Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Mempawah bahwa surat tanah dari pihak Oscar diduga palsu.

 

Kusnadi pun berani menantang pihak Oscar untuk menguji surat tanah miliknya dengan surat tanah milik Oscar ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslapor).


<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->

"Saya siap uji di Puslabfor akan keaslian surat tanah tersebut. Tapi dari pihak lawan tidak berani untuk memeriksakan di Puslabfor karena surat itu diduga palsu. Mungkin mereka takut," tegasnya.

 

Menurutnya, surat yang diduga palsu yang berada di tanah miliknya tersebut dijualbelikan ke Aina. Aina merasa dirguikan dan melaporkan Kusnadi ke Polda Kalbar atas dugaan penyerobotan lahan.

 

"Seharusnya Polda Kalbar tidak menindaklanjuti laporan tersebut karena objek (laporan) sama dan sudah terbit LP (laporan polisi) di Polres Mempawah," kata Kusnadi.

 

Kusnadi menduga, ada pihak-pihak yang mencoba menguasai tanahnya dengan merekayasa surat tanah. (ben/bah)

 

Tempuh ke Pengadilan

Tokoh Pemuda Kabupaten Mempawah, Iswandi menyatakan orang yang bersengketa soal tanah harus bisa membuktikan kebenaran akan hak tanah tersebut.

"Itu harus dibuktikan kepemilikan tersebut milik siapa," katanya.

Menurutnya, jika status lahan/tanah sudah bersertifikat dan terjadi tumpang tindih kepemilikan, maka jalur penyelesaiannya hanya di pengadilan.  Namun, jika belum bersertifikat, harus diselesaikan dengan jalan musyawarah dengan melihat asal-usul penguasaannya.

"Jika status tanah tersebut sama-sama memiliki sertifikat, maka jalur penyelesaiannya memang harus melalui pengadilan," katanya. (ben/bah)