Senin, 27 Januari 2020


Redaq Harapkan Desa Sungai Nipah Dipimpin Anak Muda

Editor:

Bob Soeryadi

    |     Pembaca: 636
Redaq Harapkan Desa Sungai Nipah Dipimpin Anak Muda

Tokoh Pemuda Sungai Nipah, Syarif Muslimat (Redaq Al Qadrie)

MEMPAWAH, SP - Desa Sungai Nipah, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah akan menggelar Pilkades Serentak, kalau tidak meleset dari jadwal kurang lebih 2 bulan lagi.

Terkait hal itu, Syarif Muslimat selaku Tokoh Pemuda Sungai Nipah berharap pemimpin desa ke depan adalah sosok anak muda.

“Saya harap pemimpin desa kelah diisi oleh jiwa yang energik dan cerdas. Selain itu, tentunya adalah sosok anak muda yang kisaran usia 22 - 40 tahun,” ujar pria yang kerap disapa Redaq Al Qadrie ini.

Di samping itu, sosok tersebut diharapkan adalah anak muda yang telah terbukti pernah mengabdi kepada masyarakat, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, berintegritas serta memiliki profesionalisme dan layak dijadikan pemimpin.

“Jadi bukan hanya muda, tapi dia harus berintegritas dan memiliki visi-misi yang kuat, semata untuk kepentingan pembangunan desa,” harapnya.

Mantan Ketua DPD PSI Mempawah ini menuturkan, di tahun 2020 ini, Indonesia mendapatkan bonus demografi dengan populasi terbesar. 

Menurutnya, semua ini datang dari jumlah kaum milenial yang notabene adalah kaum anak muda.

“Anak muda kelak akan menjadi pemimpin masa depan perpolitikan di Indonesia,” ungkap Redaq.

Jadi, tambah dia, kesempatan ini mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya, dengan memberikan ruang sebesar - sebesarnya bagi anak muda untuk memimpin dan membuktikan kelayakannya sebagai pemimpin sekarang dan masa depan.

“Bukan berarti kita melarang atau tidak menghendaki kaum yang lebih tua atau (senior) untuk memimpin, tetapi kita lebih menjadikan mereka adalah guru atau sebagai pengawas, pemberi masukan dan pembimbing bila mana ada yang salah melangkah sebagai anak muda,” ungkap dia.

Sebagai anak muda, sudah barang tentunya tetap menjadikan orang tua sebagai pedoman tempat rujukan, dan minta pendapat atas apa yang akan dilakukan.

Untuk itu, selaku tokoh pemuda, dirinya mengajak dan mengharapkan agar masyarakat mengakomodir dan memberi ruang untuk anak muda berkarya membangun desa membangun bangsa. 

“Dengan dana desa yang dikucurkan pemerintah tidak sedikit, saya yakin anak muda mampu mengelolah itu dengan baik serta menciptakan inovasi atau terobosan, guna membantu perkembangan perekonomian masyarakat desa dengan transparansi yang menjadi dasarnya,” tutur Redaq.

Oleh karenanya, ia yakin dan percaya ketika anak muda memimpin akan lebih fresh serta tidak memiliki dosa politik masa lalu. 

“Selain itu, anak muda diyakini bisa membangun desa yang lebih maju dan unggul dengan ide - ide khas milenial serta pemikiran yang lebih fresh,” pungkas dia. (bob)


  •