Senin, 17 Februari 2020


Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1710
Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra

MEMPAWAH, SP - Pawang ular, Norjani (56) alami nasib nahas saat sedang melakukan atraksi bersama ular king kobra dengan panjang sekitar lima meter, di Kampung Daya, RT 002, RW 001, Dusun 1 Pak Utan, Desa Pak Utan Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (25/1) lalu.

 

Kapolsek Toho, Iptu Dede Hasanudin, membenarkan terkait beredarnya video di media sosial, bahwa seorang warga Toho yang sedang melakukan atraksi, digigit ular king kobra.

 

"Kejadiannya, pada Sabtu (25 /1) sekitar pukul 16.00 WIB di sekitaran rumah korban," katanya, Senin (27/1).

 

Menurutnya, kejadian tersebut berawal saat korban sedang melakukan atraksi bersama ular king kobra dengan panjang sekitar lima meter. Namun saat sedang melakukan atraksi, korban terkena gigitan beberapa kali dari ular king kobra tersebut.

 

"Jadi, saat korban melakukan atraksi, ular king kobra menggigit di bagian tangan sebelah kanan dan bagian kening," ujarnya.

 

Dede mengatakan, setelah korban mendapatkan beberapa kali gigitan, atraksi dihentikan. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke klinik susteran yang terletak di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Sekitar pukul 18.30 WIB.

 

"Sempat mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban sudah tak bisa tertolong," ucapnya.

 

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah, Jamiril, juga membenarkan terkait adanya warga Toho, yang merupakan pawang ular, meninggal akibat digigit ular king kobra saat sedang melakukan atraksi.

 

"Kita  mendapatkan informasi dari Puskesmas Toho yang merupakan orang Pak Utan. Bahwa ada warga Pak Utan meninggal akibat terkena gigitan ular king kobra," tuturnya.

 

Menurutnya, dari informasi yang didapatkannya, bahwa korban di akui warga, sejak dari muda merupakan pawang ular. Namun, saat pihaknya mencoba konfirmasi ke pihak puskesmas toho namun korban tak dibawa ke sana.

 

"Makanya, kita masih mencari informasi kejelasannya. Karena, kawasan Pak Utan ini kan kawasan batasan. Sebagiannya masuk Kabupaten Landak dan sebagiannya masuk Mempawah," terangnya.

 

Ia mengimbau kepada masyarakat, jika terkena gigitan ular berbisa, agar secepatnya langsung dibawa ke puskesmas terdekat, agar mendapatkan suntikan anti bisa ular. Karena bisa ular langsung merusak syaraf otot jantung, sehingga syaraf jantung berhenti berdetak, dan bisa mengakibatkan korban meninggal dunia.

 

"Makanya, usai terkena gigitan ular, harus segera dibawa ke petugas medis. Karena bisa ular ini, cepat menyebar dan merusak syaraf jantung. Karena jika lama dibawa, bisa berakibat fatal akibat bagi korban yang digigit," katanya. (ben/lha)

 

Diduga Bisa Belum Terkuras Semua

Kepala Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Samuel, membenarkan bahwa ada warganya meninggal karena digigit ular king kobra di desanya.

 

Usai kejadian, pihaknya bersama keluarga korban, mengantar korban untuk mendapatkan pertolongan ke klinik susteran di Menjalin, Kabupaten Landak.

 

"Pihak keluarga bersama korban, mendatangi saya secara tergesa-gesa sekitar pukul 18.00 WIB dan menginfokan bahwa Norjani (56) dipetok ular. Dan saya langsung membawanya dengan menggunakan ambulans desa ke susteran di Menjalin agar mendapatkan pertolongan," ungkapnya.

 

Sesampainya di susteran di Menjalin, korban langsung mendapatkan pertolongan tim  medis, yang diakuinya sudah  secara optimal memberi perawatan. Namun, nyawa korban sudah tak tertolong.

 

"Sekitar pukul 18.30 WIB, tiba di susteran, Menjalin. Setelah ditangani seoptimal mungkin, tapi sudah tidak bisa ditangani. Dan kami langsung memastikan kembali dan membawanya ke rumah sakit di Menjalin, dan dinyatakan meninggal dunia," katanya

 

Ia mengatakan, dirinnya tak mengetahui kronologis secara pasti. Namun diakuinya, Norjani memang merupakan pawang ular, yang sudah sering menangkap ular dan melakukan atraksi.

 

"Seminggu sebelum peristiwa ini, korban juga ada menangkap ular kobra. Namun tidak sebesar yang dia tangkap pada saat hari pertama Imlek kemarin, yang dilakukan atraksi dan menggigit  beberapa gigitan di tubuh, tangan, dan lainnya," paparnya.

 

Menurutnya, king kobra yang ditangkap korban pada hari pertama Imlek, sangat besar. Biasanya, saat korban melakukan atraksi, bisa ular dikeluarkan terlebih dahulu.

 

"Biasanya, bisa ular ini dihabiskan dulu dan dimasukan di dalam gelas, dilepas, dan langsung dilakukan atraksi," katanya.

 

Maka dengan adanya peristiwa tersebut, diduga bisa ular king kobra yang didapatnya  pada hari pertama Imlek, belum habis terkuras.

 

"Mungkin ular yang ini, bisanya belum habis terkuras dan baru satu gigi saja yang habis, sedangkan gigi yang satunya belum. Karena mungkin dia merasa sudah habis dan langsung melakukan atraksi," jelasnya. (ben/lha)