Kemenpera RI Tetapkan Empat WPS Kalimantan

Nasional

Editor sutan Dibaca : 1693

Kemenpera RI  Tetapkan Empat WPS  Kalimantan
INFRASTRUKTUR PERBATASAN-Iring-iringan kendaraan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, diikuti kendaraan dinas lainnya melewati jembatan ruas jalan Putussibau-Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu yang sedang dikerjakan, Jumat, (28/8) 2015. Gubernur Cornelis
JAKARTA, SP- Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (kemenpera), Velix Wanggai, menyebut, telah menetapkan empat Wilayah Pengembangan Strategis (WPS).  
Dalam siaran pers Jumat (22/1), Velix, menjelaskan, keempatnya, meliputi WPS Ketapang- Pontianak-Singkawang-Sambas, WPS Pertumbuhan Baru dan Perbatasan Temajuk-Sebatik, WPS Palangkaraya- Banjarmasin-Batulicin, dan WPS Pusat Pertumbuhan Terpadu Balikpapan-Samarinda-Maloy.

Untuk melancarkan agenda pembangunan, kementerian pun mengalokasikan dana sekitar Rp15,1 triliun pada 2015 dari APBN dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur.
  "Dana dipakai untuk meningkatkan dan membangun jalan dan jembatan, pengembangan kawasan permukiman, air minum dan sanitasi, irigasi, dan infrastruktur permukiman," kata Velix.

Velix berharap, ekonomi wilayah Kalimatan dapat tumbuh dan disparitas sosial-ekonomi dapat berkurang dengan berbagai sentuhan program.
Diungkapkan Velix, agenda pembangunan Jalan Nasional Trans-Kalimantan akan dilakukan dengan konsep lintas paralel perbatasan.
  Pembenahannya akan dibarengi pendekatan kewilayahan, tanpa disekat oleh batasan administrasi provinsi dan kabupaten atau kota.  
Pembenahan termasuk juga dalam penanganan jalan sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia. Meliputi Kalimantan Barat-Kalimantan Timur- Kalimantan Utara.
"Untuk membenahinya, kementerian telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Zeni TNI AD untuk membuka badan jalan di perbatasan," kata Velix.
 
Hal tersebut, lanjut Velix, disebabkan ruas-ruas jalan di perbatasan melintasi kawasan hutan dengan fungsi yang berbeda-beda.

Data Kementerian PU-Pera menyebut, total ruas jalan nasional di Kalimantan pada 2015 sepanjang 7.619 kilo- meter (km). Jalan terdiri atas 1.204 kilometer di Kalimantan Selatan, 2.002 kilometer di Kalimantan Tengah, 1.710 kilometer di Kalimantan Timur, 585 km di Kalimantan Utara, dan 2.117 kilometer di Kalimantan Barat.

Untuk jalan lintas paralel perbatasan Kalimantan, ia dimulai dari Kalimantan Barat sejak ruas Temajuk-Aruk-Seluas- Balai Karangan-Sepulau-Nanga Badau- Putusibau-Batas Kalimantan Timur.
Kemudian, disambungkan dari ruas batas Kalimantan Timur-Long Pahangai-Batas Kalimantan Utara.
  Diungkapkan Velix, sambungan dilanjutkan dengan ruas batas Kali mantan Utara-Long Nawang-Long Bujungan- Malinau-Simanggaris-Sei Ular yang ter- letak di bagian utara Kalimantan Utara.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lanjut Velix, juga menyentuh akses jalan di kawasan- kawasan strategis.
  Di antaranya, jalan akses kawasan industri pelabuhan Maloy, akses jalan lingkar kawasan Batu Licin, akses pelabuhan Trisakti Kalimantan Selatan, jalan tol Balikpapan- Samarinda, dan penanganan Lintas Tengah serta Lintas Selatan Kalimantan. (aju/ant/det)