Langganan SP 2

Erma Suryani: Inventarisir Aset Gafatar secara Benar dan Teliti

Nasional

Editor sutan Dibaca : 687

Erma Suryani: Inventarisir Aset Gafatar secara Benar dan Teliti
Erma Suryani Ranik, Anggota DPR RI Dapil Kalbar. (net)
JAKARTA, SP- Anggota DPR RI asal Kalimantan Barat, Erma Suryani Ranik menilai, pengembalian terhadap aset eks Gafatar bisa saja dilakukan, asal pemerintah dapat melakukan inventasir atas aset-aset tersebut secara benar dan teliti.

“Emang harus didata ulang dulu (aset Gafatar), dari dulukan emang sudah seperti itu. Dan emang sudah sesuai aturan,” kata Erma kepada Suara Pemred, Rabu (3/2).

Kenapa inventarisir aset itu penting, supaya barang berharga itu tidak dikuasai oleh orang yang bukan haknya. Pemerintah yang mendata aset itu, harus menekankan kepada eks Gafatar yang akan mengambil asetnya, mesti memiliki serta menunjukkan bukti kepemilikan.  

Selain menginvetarisir aset, harus pula diikuti dengan langkah-langkah koordinasi yang baik, dari pemerintah daerah Kalbar ke daerah asal Gafatar yang dipulangkan itu. “Ndak ada solusi lain. Hanya itu. Setelah pengamanan jiwa yang dilakukan, ya harus dilakukan pengembalian aset-aset mereka,” tuturnya.

Maka dari itu, Erma meminta semua pihak tidak menambah persoalan yang ada. Saat ini, pemerintah sedang bekerja menginvetarisir aset. Erma berharap semua pihak dapat menunggu.
“Menginvetarisir barang itu bukan mudah, perlu kesabaran. Mari kita tunggu saja pemerintah yang tengah bekerja,” ujarnya.

Erma mengatakan, penyelesaian perkara kemanusiaan seperti ini memang rumit. Satu sisi mempertimbangkan keselamatan jiwa warga Indonesia yang tergabung dalam eks Gafatar.

Namun di sisi lain, pertimbangannya adalah kemarahan warga lokal akan kekhawatiran terhadap organisasi Gafatar itu sendiri.

Menurutnya, situasi penanganan masalah seperti ini memang sensitif. Ia mengajak orang untuk saling menjaga dengan menahan diri, agar tidak menambah masalah.

“Saya faham kondisi seperti ini, makanya saya menahan diri untuk berkomentar yang tidak perlu. Takutnya akan menambah persoalan baru,” tuturnya. (ang/brt)