Tim Densus 88 Tangkap Dua Warga Singkawang Diduga Gabung ISIS

Nasional

Editor sutan Dibaca : 1125

Tim Densus 88 Tangkap Dua Warga Singkawang Diduga Gabung ISIS
ILUSTRASI - (soekarnohatta-airport.co.id)
JAKARTA, SP-  Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta menangkap 10 orang warga Indonesia yang diduga hendak bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah, Minggu (13/3). Dua orang dari 10 orang tersebut, berasal dari Singkawang, Kalbar.  

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya Komisaris Besar M Iqbal mengatakan 10 orang tersebut berencana menggunakan pesawat Air Asia QZ 256 Jakarta-Don Muang, Bangkok, pukul 14.00 WIB.

Sebelum menaiki pesawat tersebut, sekira pukul 13.00 WIB petugas telrebih dulu mengamankan mereka. "Sementara ini masih dilakukan pemeriksaan dan identifikasi," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya.

Para warga yang ditahan itu berasal dari Tangerang dan Singkawang, Kalimantan Barat. Dari data yang diperloleh, mereka diduga memiliki hubungan keluarga.

Di antara kelompok yang berasal dari Tangerang, ada seorang perempuan dan tiga anak. Sementara di kelompok yang berasal dari Singkawang, ada seorang perempuan dan seorang anak.


Peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi. Setidaknya ada dua kejadian serupa di Bandara Soekarno-Hatta dan satu kejadian di Bandara Juanda, Surabaya, selama rentang 2014-2015.

Sebelumnya, sejumlah warga Indonesia juga ditangkap di Malaysia dan Singapura karena diduga hendak berangkat bergabung dengan ISIS.

Pembaiatan ISIS terjadi di Indonesia setidaknya sejak 2014 lalu. Terus berkembang, akhirnya kelompok radikal ini melakukan serangan teror di kawasan Thamrin, Jakarta, Januari lalu.


Ketua DPRD Singkawang, Sujianto mengatakan Pemkot Singkawang kecolongan besar jika ternyata benar ada warga Singkawang yang tertangkap di Bandara Soekarno Hatta, karena diduga hendak bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Timur Tengah.
"Yang pasti pemerintah daerah kita sudah kecolongan besar jika ternyata benar ada warga kita yang ikut bergabung dengan ISIS," katanya.

Menurutnya selama ini Pemkot Singkawang sebenarnya telah berulang kali melakukan sosialisasi terkait bahaya ISIS kepada masyarakat Singkawang. "Kita sudah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, jika memang benar ini benar-benar kecolongan yang luar biasa," sesalnya.

Sujianto mengakui bahwa, dirinya belum mendapatkan laporan resmi terkait kabar tersebut. Namun demikian, dia mengimbau dan menegaskan kepada seluruh masyarakat, agar tidak ada lagi yang mengikuti kejadian serupa.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Singkawang, dan jangan ada lagi yang coba-coba untuk bergabung dengan organisasi terlarang," harapnya.

Pihak Polda Kalbar  belum memberikan jawaban terkait masalah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pertanyaan dari Suara Pemred belum ada jawaban.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan tidak akan menggunakan cara-cara yang dilakukan negara lain dalam memberantas kelompok militan ISIS. “Indonesia punya cara sendiri,” katanya.

Pendekatan yang selama ini dilakukan beberapa negara seperti Amerika Serikat, Perancis, dan Rusia yang kerap menggunakan serangan militer dalam memberangus ISIS di Suriah, menurut Luhut, tak pernah membuahkan hasil baik.

"Kami (pemerintah Indonesia) melihat penanganan militer selalu tidak berhasil. Kami menggunakan cara lunak dengan mengedepankan pendekatan agama dan budaya," kata Luhut.(jee/cnn/ant/lis)