Karolin Desak Polisi Tangkap Pelaku Teror di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Pontianak

Nasional

Editor sutan Dibaca : 1092

Karolin Desak Polisi Tangkap Pelaku  Teror di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Pontianak
Anggota DPR RI, Karolin Margret Natasa. (www.merdeka.com)
JAKARTA, SP – Anggota DPR RI dapil  Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa menyatakan, polisi harus mengusut aksi teror yang dilakukan sejumlah orang di rumah dinas Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, Kamis (31/3) dini hari.

Menurutnya, dengan alasan apa pun, hal aksi itu bisa berakibat timbulnya keresahan di masyarakat, sehingga tidak dapat dibenarkan.
Untuk itu, supaya tidak terjadi anggapan yang bermacam-macam yang bisa saja menyebar di tengah masyarakat, dia mendesak kepolisian segera melakukan penyelidikan, guna menangkap pelaku dan mengetahui apa motivasinya.

"Prinsipnya kami mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait teror tersebut. Sebab apa pun alasannya, tindakan teror seperti itu tidak dapat dibenarkan dan meresahkan masyarakat," kata Karolin kepada Suara Pemred, Jumat (1/4).

Adanya kejadian itu dikuatirkan akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Di mana pandangan masyarakat pasti mengatakan bahwa, pimpinan DPRD saja diteror apalagi masyarakat biasa.
"Keresahan masyarakat akan aksi ini harus diantisipasi," ucapnya.

Sementara itu penyelidikan perkara tersebut yang kini ditangani Polresta Pontianak memastikan, belum ada perkembangan yang berarti.

Bahkan, diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul, dugaan sementara peristiwa tersebut bukan aksi teror yang ditujukan kepada ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin.

Pasalnya lampu yang dipecahkam adalah, lampu penerangan jalan yang bukan berada di dalam rumah, melainkan di luar rumah. "Kalau tujuannya meneror, pasti diarahkan ke rumah Pak Ketua, namun itu kan tidak. Hanya penerang jalan yang posisinya ada di tengah jalanan," kata Andi.

Kendati demikian, Andi menegaskan penyelidikan untuk mengetahui pelaku, akan terus dilakukan oleh kepolisian, hingga motifasi pelaku dalam melakukan tindakan tersebut terungkap. "Saat ini penyelidikan memang belum ada perkembangan," ujarnya. (ang/lis)


Komentar