Langganan SP 2

Oesman Sapta dan Pengurus Kadin Indonesia Bertemu Presiden Joko Widodo

Nasional

Editor sutan Dibaca : 779

Oesman Sapta dan Pengurus Kadin Indonesia Bertemu  Presiden Joko Widodo
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Oesman Sapta bersama Dewan Pimpinan dan Pengurus Pusat dan daerah, berfoto bersama dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Presiden, Jakarta. (Foto humas)
JAKARTA, SP - Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia  Oesman Sapta bersama Dewan Pimpinan dan Pengurus Pusat dan daerah, bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana, Jakarta.

Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo menyampaikan kepada Presiden hasil Munas Kadin Indonesia pada 2015 yang lalu. Eddy menyampaikan tentang visi dan misi Kadin  dengan  paradigma baru, berorientasi kepada ekonomi kerakyatan, yang tentunya melibatkan seluruh pengusaha kecil dan besar.

Dalam kesempatan tersebut, lanjut Edy, Presiden juga menyampaikan beberapa hal,  antara lain, soal deregulasi yakni kebijakan yang akan mempermudah dunia usaha dan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot pemerintah dan masalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Supaya kelancaran dunia usaha dan industri lebih cepat,  pemerintah tengah melakukan deregulasi ke 13 berkaitan dengan bidang UMKM. “Deregulasi harus terus menerus  dibenahi,  karena sangat  menghambat dunia usaha. Ada 42 ribu regulasi yang harus dipotong,” ungkapnya, Jumat ( 15/4) 


Presiden secara antusias mengungkapkan pengalamannya,  yang juga dulu sebagai pengusaha,  sangat menyadari bahwa pengusaha khususnya UMKM sudah sangat bosan dengan masalah perizinan.

“Sudah mengurusnya lama, dipalak lagi,” demikian disampaikan Presiden disambut gelak tawa  pengurus Kadin yang biasa mengalami hal serupa.

“Untuk itulah saya berpesan kepada Kadin agar berorientasi juga,  kepada pengembangan ekonomi daerah dan Kadin daerah harus terus bekerja mengembangkan ekonomi daerahnya,” imbuhnya.

Pada bidang infrastruktur, Presiden menyampaikan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari pembangunan tol laut di Papua, infrastuktur di bidang perkereta apian,  dan berbagai infrastruktur untuk memudahkan konektifitas usaha melalui jalur laut, udara dan darat.

Di bidang SDM, Presiden mengakui,  memang belum sepenuhnya terjamah dengan baik. Presiden tengah mempersiapkan pembangunan SDM dengan berbagai pelatihan seperti yang dilakukan negara lain antara lain Jepang, Korea ,Jerman dan berbagai negara maju lainnya.


Dalam kesempatan itu, Presiden memotivasi para pengurus Kadin, untuk meningkatkan kemitraannya khususnya dengan pelaku UMKM dan memberdayakan daerah. “Kadin harus siap dengan kompetisi dan persaingan yang sehat untuk meningkatkan daya saing dan pengembangan usaha,” katanya.

Presiden Jokowi berpesan, para pengusaha jangan menitik beratkan pada fasilitas untuk mengembangkan usahanya “ Heavy-nya jangan kesitu (fasilitas). Boleh minta fasilitas dari pemerintah namun sebagai pelaku usaha swasta, Kadin harus mampu bermitra dengan baik dan memanfaatkan berbagai  peluang yang ada sehingga peningkatan perekonomian rakyat bisa tercapai,” tegasnya.

Menyikapi apa yang dipaparkan Presiden,   Eddy Ganefo menyampaikan kepada Presiden bahwa Pertama,  Kadin Indonesia mendukung kebijakan yang diambil Presiden sebab sangat sesuai dengan visi Kadin Indonesia. 

Kedua, Kadin Indonesia berupaya menciptakan  1 juta pengusaha baru (mengingat persentase pengusaha di Indonesia hanya 1,65 % pengusaha, idealnya Indonesia harus memiliki 2 % pengusaha).

“Untuk itulah,  berbagai upaya kami lakukan, seperti melakukan pembinaan-pembinaan kepada pengusaha kecil dan menengah, melakukan berbagai pelatihan seperti Goes to Campuss kepada generasi muda agar termotivasi menjadi seorang pengusaha,” ungkap Eddy.

Menurut Eddy, beberapa hal program yang kami dukung adalah upaya pemerintah menurunkan harga daging sapi dipasaran dan program sejuta rumah.  Kadin Indonesia,  saat ini berupaya agar harga daging sapi yang saat ini tembus 100 ribu rupiah di pasaran menjadi turun sekitar 80 ribu rupiah.

Berkaitan dengan itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Nur Achmad Affandi menegaskan, Kadin Indonesia berupaya melakukan berbagai hal demi bangsa dan negara. Serta sangat mendukung program pemerintah, sebab Kadin Indonesia bukan bersifat elitis tetapi Kadin  paradigma baru berbasis ekonomi kerakyatan,  sesuai UUD 1954, pasal 33.
                     
Usai pertemuan dengan Presiden, Oesman Sapta yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI menegaskan bahwa Kadin Indonesia lah yang diterima Presiden, karena merupakan  asosiasi yang mampu bekerja bersama,  mendukung pemerintah karena sejalan dengan program Kadin yakni membangun perekonomian bangsa.


“Matahari cuma satu. Kadin pimpinan Eddy Ganefo ini diterima Presiden dan visinya,  ternyata sejalan dengan visi dan misi pemerintah.  Saya harap akan sejalan dan seirama,” pungkas Oesman Sapta. (ang/humas/sut)