OSO, Wakil Ketua MPR RI Kecewa Masih Ada Penghina Pancasila

Nasional

Editor sutan Dibaca : 731

OSO, Wakil Ketua MPR RI  Kecewa Masih Ada Penghina Pancasila
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta. (ist)
JAKARTA, SP – Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan satu kesatuan dari empat pilar yang kini secara masif sedang disosialisasikan kepada masyarakat Indonesia oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Repotnya, sekarang ini banyak masyarakat mulai meninggalkan empat pilar itu.

Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang (OSO) menyatakan, pilar-pilar kebangsaan tersebut, kini telah banyak ditinggalkan setelah masuknya era modern dan globalisasi. “Saat ini telah terjadi kelunturan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Rasa kebangsaan semakin merosot," kata tokoh nasional asal Kalimantan Barat ini, Minggu (1/5) di Jakarta.  

Oesman sadar bahwa, mengembalikan nilai-nilai kebangsaan yang tergabung dalam empat pilar itu di masyarakat Indonesia yang sangat beragam, bukan perkara mudah. Semua unsur lapisan masyarakat harus terlibat, baik itu pemerintah, legislatif, tokoh-tokoh masyarakat, media massa dan lain sebagainya.

 “Sosialisasi empat pilar ini tak bisa maksimal bila hanya dilakukan oleh MPR. Sosialisasi harus melibatkan banyak pihak, termasuk media massa,” ujarnya.

Di tengah era serba modern saat ini, memang semakin banyak persoalan bangsa yang menjadi tantangan semua elemen untuk memecahkannya, termasuk adalah bagaimana memberikan pemahaman empat pilar kebangsaan kepada seluruh masyarakat.

Oesman mengatakan, cara mensosialisasikan empat pilar boleh dilakukan berbeda-beda. Namun dia mengingatkan, bahwa tujuannya harus sama. “Kunci sosialisasi itu agar sampai kemasyarakat adalah, melalui media massa atau insan pers di seluruh tanah air. Untuk saya ingin membangun wajah pers di MPR dengan rasa persahabatan yang mendalam,” kata pria yang disebut juga sebagai sahabat wartawan ini.

Dalam kesempatan itu, Oesman menyampaikan juga rasa kekecewaanya terhadap pelecehan yang dilakukan salah satu artis tanah air kepada Pancasila. Sebab, hal itu menjadi bertolak belakang dengan sosialisasi yang secara gencar dilakukan. Namun, ternyata masih ada juga yang melakukan penghinaan seperti itu.  

“Dalam melakukan sosialisasi perlu adanya kebersamaan, sebab tanpa kebersamaan akan sulit dilakukan. Di tengah MPR melakukan sosialisasi, masyarakat dikejutkan adanya artis yang melecehkan Pancasila. Hal ini jujur saja membuat saya kecewa,” ungkapnya.

Bachtiar Ali, Ketua Fraksi Nasdem di MPR RI menyatakan, Indonesia merupakan negara yang majemuk, terdiri dari ribuan suku bangsa dan bahasa. Menurutnya, hal itu berbeda dengan Negeri Malaysia yang hanya diperuntukkan bagi orang Melayu dan Islam. Yang menyatukan Indonesia, adalah empat pilar tersebut. Dimana salah satunya adalah Pancasila. “Masyarakat jangan ragu pada Pancasila, dan jangan bermimpi untuk mengubah Pancasila,” ucapnya. (ang/lis/sut)