Oesman Sapta: Pengusaha Senior akan Bantu HIPMI

Nasional

Editor sutan Dibaca : 990

Oesman Sapta:  Pengusaha Senior akan Bantu HIPMI
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta (kedua kiri) menjadi inisiator bagi pembentukan ISHI (Ikatan Senior HIPMI) di Jakarta. Pembentukan ISHI didasari pada kurang aktifnya para anggota dan pimpinan HIPMI sekarang ini, dalam perkembangan ekonomi bangsa.(Foto is
JAKARTA, SP – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Oesman Sapta mengajak anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), khususnya Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum HIPMI 2015-2018, lebih berperan dalam perekonomian Indonesia.

Senior HIPMI, Oesman Sapta mengungkapkan, HIPMI dianggap sudah kehilangan pengaruh dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Akibatnya generasi muda HIPMI tidak berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian nasional. Menurutnya, HIPMI harusnya punya andil lebih dalam di perekonomian Indonesia. "Yang muda kami lihat sudah tidak mampu melakukan manuver lagi. Saya kira senior perlu gabung gerakan lagi," kata Oesman di Resto 1945, Fairmont Hotel Jakarta.

Oesman selaku inisiator mengatakan, ia sengaja mengundang para pendiri HIPMI untuk ikut berpartisipasi, dalam menggerakkan pengusaha agar lebih berkembang. Pasalnya Oesman menilai, banyak pengusaha muda yang sudah kehilangan pengaruh dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

Oesman menceritakan, di masa lalu, HIPMI pernah menjadi sebuah organisasi yang ikut bahu membahu dalam membangun perekonomian bangsa. Saat itu, pengusaha merupakan pion penting yang tidak bisa dilepaskan dari capaian yang telah diraih bangsa Indonesia.

“Ketika Indonesia goncang, HIPMI itu organisasi yang mendekati pemerintah dan membantu pemerintah untuk berjuang bersama. Pada saat itu, HIPMI sangat kompak dan solid membela kepentingan rakyat “ katanya.

HIPMI boleh dikata tidak terdampak resesi. Pada acara silaturahmi ISHI tersebut, ingin menyatukan perbedaan pendapat menjadi pemersatu, dan pendorong agar HIPMI tidak hanya maju di bidang politik seperti saat ini, tetapi juga maju di bidang ekonomi, serta dapat menjadi tulang punggung bangsa ini.

"Persahabatan itu di atas segala-galanya, maka sepatutnyalah para senior dalam HIPMI bersatu kembali, duduk berdiskusi seperti dulu," kata Oesman.

Oesman mengungkapkan adanya satu keresahan yang dirasakan oleh para senior HIPMI dalam menghadapi ekonomi global, ekonomi dunia terutama ekonomi Indonesia, sehingga menimbulkan kesadaran untuk berkumpul membicarakan apa yang akan dilakukan Indonesia ke depan.

Oleh karenanya, ISHI mencoba mencari rumusan,  bagaimana mendorong agar generasi muda HIPMI dapat  tampil dalam satu konsep. Seperti yang telah HIPMI lakukan dengan manuver-manuver ekonominya.
"Secara garis besar, ada lima konsep dasar yang harus dilakukan, yaitu strategy, structure, skill, system, speed dan target," pungkas OSO.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, mantan Menteri Ketenagakerjaan Abdul Latief, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan Fahmi Idris, mantan Menteri Perumahan Rakyat Siswono Yudohusodo dan senior HIPMI lainnya seperti Bambang Riyadi Soegomo dan Adi Putra Darmawan Tahir, Azwir Dainy Tara, Haris Sohar, Ponco Sutowo dan Adi Warsita. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, disepakati dibentuknya Ikatan Senior HIPMI (ISHI).(sut/lis