Ibrahim 'Perkasa' Ali Tuding DAP Anti Keberagaman

Nasional

Editor sutan Dibaca : 557

Ibrahim 'Perkasa' Ali Tuding DAP Anti Keberagaman
AKSI- Demonstrasi Bersih 5 di Malaysia, akhir pekan lalu. (ist)
KUALA LUMPUR, SP – Sentimen anti keturunan Cina, merebak di Federasi Malaysia, menyusul aksi  demonstrasi serentak Bersih 5, di 16 negara bagian, pada Sabtu (19/11) lalu,  menuntut PM Datuk Najib Razak, mundur dari jabatan atas tuduhan korupsi.

"Saya bukan anti etnis Cina, tapi anti orang Cina yang tergabung dalam Democratic Action Party (DAP),"  kata Datuk Ibrahim Ali, Presiden Pertubuhan Pribumi Perkasa Malaysia atau Perkasa,  di sela-sela Persidangan Agung Tahunan Ke-7 Perkasa di Stadium Mini Titiwangsa, Kuala Lumpur, Minggu (20/11).

Dilansir dari  Malaysiakini.com,  Ibrahim Ali menuding Democratic Action Party (DAP), sebuah partai  politik milik etnis Cina, akan membahayakan kelangsungan hidup Federasi Malaysia. Pasalnya, 
 DAP sebagai wadah berhimpun kalangan politisi etnis Cina, menjadi  penghalang bersatu padunya kalangan masyarakat di Federasi Malaysia yang sangat majemuk. DAP dituding anti keberagaman di Federasi Malaysia.

Ibrahim mengilustrasikan etnis Cina yang bergabung dalam DAP penganut paham Chauvinisme,  ajaran atau fahamnya tentang fanatisme seseorang terhadap kelompok sendiri  secara berlebihan,
sehingga merendahkan kualitas etnis lain dalam satu negara.  

Ibrahim Ali mengungkapkan DAP menganut paham Chauvinisme karena menentang usul pindaan Akta  Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) atau Akta 355 (RUU355).


Tindakan DAP, lanjut Ibrahim, menunjukkan seolah-olah memberi gambaran DAP berhak menentukan  perjalanan hal ihwal orang Islam di Federasi Malaysia.

“DAP berani terang-terangan mempersoalkan
azan yang kuat di masjid atau surau. Umat Islam membuat laporan polisi mengenainya DAP dan  senada dengannya hanya berpeluk tubuh dan diam seribu bahasa," tegas Ibrahim Ali. (aju)