Polda Kaltim: Ada Dua Tersangka Bom Gereja Samarinda Masih Bawah Umur

Nasional

Editor sutan Dibaca : 548

Polda Kaltim: Ada Dua Tersangka Bom Gereja Samarinda Masih Bawah Umur
Ilustrasi
SAMARINDA, SP – Pihak Polda Kalimantan Timur mengatakan bahwa dua dari tujuh pelaku bom Gereja Oikumene Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda, pekan lalu merupakan anak di bawah umur.  

“Tujuh tersangka berinisial J, S, JS, R, Ad, Gap, dan Rpp. Rpp berusia 15 tahun dan Gap berusia 13 tahun. Pelaku eksekusi adalah J alias Johanda alias Juanda alias Mohammad Aceng Kurnia, 32 tahun,” kata Kombes Pol Fajar Setiawan, Kabid Humas Polda Kaltim  Senin (21/11).


Fajar mengungkapkan  kendati pelaku masih di bawah umur, tapi tindak kejahatan Rpp dan Gap sudah di luar perkiraan akal sehat, sehingga perlakuannya sama sekali pelaku teroris lainnya. Tindak pidana dilakukan Gap dan Rpp sudah masuk tindak pidana khusus.

Oleh karena itu lanjut Fajar,  keduanya ditangani berdasarkan undang-undang  Sistem Peradilan Pidana Anak, namun proses yang mereka jalani juga harus ditangani dengan penanganan khusus.
 “Karena masih anak-anak, nanti pasti akan dikaitkan dengan UU anak. Tapi kasus teroris masuk dalam tindak pidana khusus, sehingga harus ada penanganan khusus pada kedua tersangka,” ujar Fajar.  

Fajar menjelaskan, dua tersangka teroris yang masih di bawah umur menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa peran orangtua dan tokoh agama diperlukan untuk menghindarkan doktrin-doktrin radikal yang berbahaya.  “Peran orangtua harus lebih diperketat lagi, orangtua harus tahu pergaulan anak-anaknya, sebab pada masa remaja, anak-anak rentan dengan doktrin-doktrin berbahaya,” kata Fajar.  

Fajar mengatakan, para tersangka masuk jaringan teroris Jihad Astharud Daullah (JAD), sel baru terorisme di Indonesia. JAD untuk sementara waktu baru ditemukan di Kalimantan. (aju)